Jurnal Pendidikan Guru https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/jurpendigu <p>Jurnal Pendidikan Guru menerima hasil karya ilmiah, studi pustaka dan hasil penelitian yang di lakukan oleh guru, dengan kajian seputar peningkatan pendidikan di Indonesia, mencakup multidisiplin keilmuan tetapi masih dalam lingkup kajian pendidikan, dengan tujuan memajukan pendidikan di Indonesia melalui hasil karya guru yang berkualitas.</p> <p> </p> <p><strong>E-ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1596369611&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2745-5432</a><br />P-ISSN: <a title="p-issn" href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20220118291324848" target="_blank" rel="noopener">2962-598X</a></strong></p> Yayasan Literasi Kita Indonesia en-US Jurnal Pendidikan Guru 2962-598X PENGARUH KOMUNIKASI INTERPERSONAL KELUARGA TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI MTS NEGERI 3 SAROLANGUN https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/jurpendigu/article/view/792 <p>Penelitian ini bertanya-tanya apakah komunikasi interpersonal keluarga memengaruhi keinginan siswa untuk belajar di MTs Negeri 3 Sarolangun. Studi ini bertujuan supaya menentukan pengaruh komunikasi interpersonal keluarga terhadap keinginan siswa untuk belajar di MTs Negeri 3 Sarolangun. Penelitian ini memanfaatkan Sampel penelitian ini terdiri dari seluruh populasi kelas VIII di MTs Negeri 3 Sarolangun, yang terdiri dari lima kelas dengan total 136 siswa. Sampel ini terdiri dari seluruh kelas VIII, yaitu 5 kelas terdiri dari 58 siswa. Instrument yang digunakan adalah angket. Komunikasi Interpersonal (X) adalah variabel independen penelitian dan Motivasi Belajar Siswa (Y) adalah variabel dependen. Analisis regresi linier sederhana dan koefisien determinasi digunakan untuk menganalisis data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menemukan bahwa komunikasi interpersonal memiliki pengaruh yang signifikan terhadap besarnya pengaruh komunikasi interpersonal keluarga terhadap motivasi belajar siswa di MTs Negeri 3 Sarolangun sebesar 38,7%, yang menunjukkan bahwa Variabel independen motivasi belajar interpersonal sebesar 38,7% dapat diimbangi oleh variabel dependen komunikasi interpersonal. Hasil uji t menunjukkan bahwa nilai t tabel = ? / 2; n - 1, t = (0,025;57), dan t tabel = 2,00247, yang menunjukkan bahwa nilai t hitung lebih besar dari t tabel (5,949 lebih besar dari 2,00247). Dengan demikian, H0 ditolak dan Ha diterima. Hipotesis bahwa komunikasi interpersonal mempengaruhi motivasi belajar siswa di MTs Negeri 3 Sarolangun diterima.</p> septrya rochmawati asmarita Copyright (c) 2024 septrya rochmawati asmarita https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2024-12-12 2024-12-12 5 3 10.47783/jurpendigu.v5i3.792 STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PESERTA DIDIK https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/jurpendigu/article/view/789 <p>Tujuan penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai strategi yang diambil seorang tenaga pengajar atau guru dalam meningkatkan kualitas peserta didik, lembaga maupun kulaitas secara individu sebagai seorang guru. Penelitian dilakukan dengan metode pustakaan dengan lebih mengedepankan literatur dan menganalisis dari sumber sumber yang relevan. Perkembangan zaman yang semakin pesat menntut guru unruk bisa sejalan dengan perubahan tersebut. Dari penelitian ini, strategi yang dapat ditetapkan oleh tenaga pendidik atau guru dapat berupa penanaman akhlaq yang baik, salah satunya adalah jujur. Menanamkan sifat jujur peserta didik merupakan hal dasar untuk dapat menjadi individu yang berintelektual. Peran guru yang aktif dan penggunaan teknologi dalam bidang pendidikan juga merupakan strategi yang akan terus relevan untuk lebih menunjang keberhasilan kegiatan pendidikan.</p> M. Ramadani M. Ramadani Copyright (c) 2024 M. Ramadani M. Ramadani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2024-12-12 2024-12-12 5 3 10.47783/jurpendigu.v5i3.789 PERKEMBANGAN MEDIA DIGITAL DAN PEMANFAATANNYA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/jurpendigu/article/view/802 <p>Pendidikan Islam saat ini, dihadapkan pada berbagai perkembangan yang tentunya untuk melakukan perubahan dan perbaikan harus mampu melakukan adaptasi terhadap perubahan tersebut. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) menjadi tantangan bagi Pendidikan Islam, terutama ketika dihadapkan dengan era globalisasi yang telah mampu mencakup jarak dan waktu antar berbagai Negara dalam pertukaran informasi dan pengetahuan, khususnya dalam bidang Pendidikan Islam. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis (1) perkembangan media digital dari masa ke masa (2) pemanfaatan media digital tersebut dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian ini mengunakan jenis penelitian studi kepustakaan (library research) yang berarti permasalahan dan pengumpulan data-datanya berasal dari kajian kepustakaan sebagai penyajian ilmiah yang dilakukan dengan memilih literatur yang berkaitan atau berhubungan dengan penelitian. Oleh karena itu, agar mendapatkan data-data yang dibutuhkan, penulis menggunakan buku-buku perpustakaan, e-book, jurnal online maupun offline yang berhubungan dengan penelitian ini. Berdasarkam hasil penelitian didapatkan bahwa pemanfaatan media digital dalam pembelajaran pendidikan agama Islam telah membawa manfaat yang signifikan. Pertama, media digital memberikan akses yang lebih luas kepada sumber-sumber pendidikan agama. Dengan bantuan internet, siswa dan pengajar dapat mengakses berbagai konten seperti teks, video, rekaman pembelajaran, dan sumber belajar interaktif dari seluruh dunia. Ini memungkinkan para pelajar untuk memperdalam pemahaman mereka tentang ajaran-ajaran agama Islam tanpa terbatas oleh batasan geografis. Selain itu, media digital juga meningkatkan interaktivitas dalam pembelajaran agama Islam. Melalui platform online, siswa dapat berpartisipasi dalam diskusi, kuis, dan forum yang memungkinkan mereka berinteraksi dengan sesama pelajar atau pengajar. Interaktivitas ini membantu meningkatkan pemahaman mereka dan memungkinkan diskusi mendalam tentang isu-isu agama, etika, dan spiritualitas.</p> Akbal Savtari Wanti Wanti Eki Adedo Copyright (c) 2024 Akbal Savtari, Wanti Wanti, Eki Adedo https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2024-12-16 2024-12-16 5 3 10.47783/jurpendigu.v5i3.802 ETIKA KOMUNIKASI ISLAM: ANALISIS LITERATUR QUR’AN DAN HADITS DALAM RIYADHUS SHOLIHIN https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/jurpendigu/article/view/799 <p>Artikel ini menguraikan penerapan prinsip-prinsip etika komunikasi Islam yang terdapat dalam Hadits, khususnya yang dibahas dalam kitab Riyadhus Sholihin. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan kajian literatur, analisis dilakukan terhadap teks Al-Qur’an dan Hadits untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip etika komunikasi yang terkandung di dalamnya. Temuan dari analisis tersebut kemudian disintesis dengan literatur terkait untuk mendukung pemahaman yang lebih komprehensif tentang prinsip-prinsip etika komunikasi dalam Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam menekankan pentingnya komunikasi yang baik, jujur, dan penuh kasih sayang. Prinsip-prinsip komunikasi Islam meliputi berbicara dengan jujur, sopan, lembut, dan mengulang ucapan untuk memastikan pemahaman. Diam seseorang saat mendengarkan juga dianjurkan, sambil menghindari perkataan yang tidak bermanfaat. Selain itu, memberikan nasehat dengan singkat namun padat, serta memberikan kabar gembira dan ucapan selamat dengan kebaikan, juga merupakan bagian dari prinsip-prinsip etika komunikasi Islam. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih dalam tentang prinsip-prinsip etika komunikasi dalam Islam dan menyoroti pentingnya komunikasi yang sopan, jujur, dan penuh kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari umat Muslim. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan landasan teoritis yang kuat dan panduan praktis yang dapat diterapkan oleh individu Muslim dalam membangun komunikasi yang terhormat.</p> Muhammad Falah Rizky Copyright (c) 2024 Muhammad Falah Rizky https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2024-12-12 2024-12-12 5 3 10.47783/jurpendigu.v5i3.799 KONTEKSTUALISASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN HARUN AL-RASYID (Solusi Peninkatan Mutu Pendidikan Islam di Indonesia) https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/jurpendigu/article/view/797 <p>Kebijakan pendidikan yang diberlakukan oleh Harun Ar-Rasyid ketika itu sangat efektif terhadap kemajuan pendidikan junto peradaban, namun sangat kontras dengan kebijakan pendidikan yang ada di Indonesia hari ini. Bahkan menurut seurvei bahwa 34 kebijakan dari 13 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia dinilai tidak efektif. Hal ini tentu berimplikasi terhadap penurunan mutu pendidikan. Karena pendidkan yang bermutu salah satunya dipengaruhi oleh keefektivitasan kebijakannya. Lalu bagaimanakah caranya agar kebijakan pendidikan hari ini dapat efektif sama seperti yang diterapkan Harun al-Rasyid? apakah mengikuti kebijakan Harun al-Rasyid perlu dipertimbangkan untuk diikuti dalam konteks hari ini?. Melalu metode study pustaka, kajian ini menegaskan bahva dengan melihat kebijakan efektif yang terapkoan oleh khalifah besar Islam tersebut dapat memberi kontribusi jika dikontekstualisasikan dengan hari ini.</p> Syarif Hidayatullah Idris Copyright (c) 2024 Syarif Hidayatullah Idris https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2024-12-12 2024-12-12 5 3 10.47783/jurpendigu.v5i3.797 Moderasi Beragama Menjaga Tatanan Nilai – Nilai Budaya Masyarakat Kabupaten Rejang Lebong https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/jurpendigu/article/view/795 <p>Moderasi beragama menjaga tatanan nilai-nilai budaya masyarakat Kabupaten Rejang Lebong menyampaikan tentang kegiatan keagamaan sosial budaya yang ada di masyarakat desa Sindang jati Kecamatan Sindang kelinci di mana tatanan nilai sudah terbentuk sejak leluhur yang membuka desa di Kecamatan sindangkeni budaya hidup dengan rasa persaudaraan walaupun perbedaan agama budaya hidup dengan kebersamaan walaupun status sosial yang ada dan bahkan status sosial bukan menjadi ukuran untuk menjaga kerukunan yang ada di desa Sindang jati Kecamatan sindang keling dataran nilai yang terbentuk dikarenakan kebersamaan kekeluargaan dan sikap terbuka dari setiap suku atau budaya yang tinggal di desa baik di suku Rejang ataupun suku lainnya semua hidup dalam kerukunan kemudian faktor kondisi alam yang begitu indah tanah yang subur menjadikan tingkat ekonomi masyarakat Sejahtera moderasi beragama hadir sudah sejak lama di desa Kecamatan sindang keling di mana desa tersebut mengajarkan tentang sikap toleransi keadilan keterbukaan tenggang rasa maju bersama. Metodologi yang digunakan adalah kualitatif analisis di mana penulis menganalisis peristiwa sosial budaya yang ada di desa Kecamatan sindangkelingi terutama pada aspek tatanan nilai yang sudah lama terbangun sejak dulu sejak leluhur yang membuka desa hal ini sangat menarik untuk disampaikan bahwasanya ajaran leluhur tatanan nilai ternyata bisa membentuk kerukunan kehidupan sampai sekarang.</p> Sumarto Sumarto Emmi Kholilah Harahap Copyright (c) 2024 Sumarto Sumarto, Emmi Kholilah Harahap https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2024-12-12 2024-12-12 5 3 10.47783/jurpendigu.v5i3.795 GURU SEBAGAI AGEN PENGEMBANGAN KARAKTER DI ERA DIGITAL UNTUK SISWA MENENGAH ATAS https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/jurpendigu/article/view/793 <p>Guru memiliki peran yang sangat penting sebagai agen pengembangan karakter di era digital, khususnya bagi siswa menengah atas yang tengah mencari identitas diri. Selain sebagai pengajar, guru juga berfungsi sebagai pembimbing yang dapat menanamkan nilai moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari siswa. Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, siswa SMA memerlukan arahan untuk mengembangkan karakter seperti integritas, empati, dan tanggung jawab. Namun, tantangan muncul dari pengaruh negatif media sosial, informasi yang tidak terfilter, serta kecenderungan siswa untuk mencari hiburan instan, yang dapat menghambat pembentukan karakter mereka. Untuk itu, guru perlu memiliki keterampilan digital yang baik dan mampu mengintegrasikan pendidikan karakter dalam proses pembelajaran berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran guru dalam pengembangan karakter di era digital, strategi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran, serta tantangan yang dihadapi oleh guru dan siswa. Penelitian ini juga menekankan pentingnya kerjasama antara guru, orang tua, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang mendukung pembentukan karakter siswa, agar mereka tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dasar moral yang kuat untuk berkontribusi positif dalam masyarakat.</p> Anissa Agustina Copyright (c) 2024 Anissa Agustina https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2024-12-12 2024-12-12 5 3 10.47783/jurpendigu.v5i3.793 PENGARUH GAYA MENGAJAR GURU TERHADAP PRETASI BELAJAR SISWA https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/jurpendigu/article/view/791 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya mengajar guru terhadap prestasi belajar siswa. Gaya mengajar guru merupakan salah satu faktor penting yang dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran dan pencapaian akademik siswa. Berbagai pendekatan gaya mengajar, seperti gaya interaktif, diskusi, dan ceramah, memiliki dampak yang berbeda terhadap motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa gaya mengajar yang lebih variatif, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa berkontribusi positif terhadap peningkatan prestasi belajar. Sebaliknya, gaya mengajar yang monoton atau kurang fleksibel dapat menurunkan minat belajar siswa dan berdampak negatif pada prestasi mereka. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kemampuan pedagogis guru untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah.</p> M. Harisul Wahyi A. Fakar Copyright (c) 2024 M. Harisul Wahyi A. Fakar https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2024-12-12 2024-12-12 5 3 10.47783/jurpendigu.v5i3.791 PROBLEMATIKA MANAJEMEN MADRASAH DALAM UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI MADRASAH TSANAWIYAH NURUL FATAH BINDURIANG https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/jurpendigu/article/view/800 <p>Problematika pendidikan madrasah sangat kompleks, salah satunya yaitu Problematika Manajemen Madrasah Dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Di Madrasah Tsanawiyah Nurul Fatah Binduriang. Penelitian ini dilakukan dengan fokus analisis pada problem yang terjadi di lembaga pendidikan, seperti madrasah yang terkait mutu dan kualitas. Mengetahui problem yang ada memberikan pelajaran dan pengalaman guna memperbaiki manajamen mutu dan kualitas di madrasah ke depannya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan teknik Penellitian lapangan (field research). Penelitian ini menunjukkan bahwa problematika manajemen mutu dan kualitas madrasah yaitu: rendahnya kualitas pendidik, kinerja pendidik yang tidak optimal, kerusakan sarana dan prasarana, kurang jumlah tenaga pendidik, jumlah dan kualitas buku belum memadai, keterbatasan anggaran, kinerja pengawas, dan manajemen struktural yang kurang kompeten.</p> Murniyanto Murniyanto Copyright (c) 2024 Murniyanto Murniyanto https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2024-12-12 2024-12-12 5 3 10.47783/jurpendigu.v5i3.800 PENERAPAN LAYANAN INFORMASI MELALUI DIGITAL DALAM BIMBINNGAN BELAJAR SISWA SMP NEGERI 2 REJANG LEBONG https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/jurpendigu/article/view/798 <p>Layanan informasi melibatkan usaha-usaha untuk menyediakan beragam informasi kepada peserta didik dengan tujuan mendukung perkembangan mereka dan memperluas wawasan, termasuk masalah belajar yang dihadapi siswa, cara layanan informasi digital mengatasi masalah belajar, serta kekuatan dan kelemahan dari layanan informasi melalui digital. Kesulitan belajar yang dialami siswa umumnya adalah masalah yang sering terjadi, dan penyebabnya bisa berasal dari diri pribadi, lingkungan keluarga, sekolah, maupun lingkungan pergaulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mixed method dengan desain tranformasi berurutan. Adalah mengunakan salah satu gabungan dari desai sebelumnya. Proses ini saling melengkapi, memastikan bahwa data kuantitatif mendukung temuan dari data kualitatif. Jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 93 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Untuk memastikan keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 60,69% siswa mengalami masalah belajar, sedangkan 57,14% siswa memanfaatkan media digital seperti Youtube, Tiktok, Whatsapp, dan Canva sebagai media yang dapat membantu dalam proses belajar siswa. Kelebihan dari layanan media digital adalah menyajikan konten yang menarik, sementara kelemahannya termasuk masalah kuota internet dan partisipasi siswa dalam grup Whatsapp ketika layanan disampaikan melalui media tersebut. Masalah kesulitan belajar di sekolah membutuhkan perhatian serius karena terkait dengan kurangnya semangat, motivasi rendah, serta kondisi sosial dan ekonomi orang tua yang kurang memadai.</p> Febriansyah Febriansyah Copyright (c) 2024 Febriansyah Febriansyah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2024-12-12 2024-12-12 5 3 10.47783/jurpendigu.v5i3.798 PERAN GURU MATA PELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMP N 1 TULUNG SELAPAN DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/jurpendigu/article/view/796 <p>Penelitian ini didasari bagaimana peran guru PAI terhadap terbentuknya karakter siswa. Tujuan penelitian ini untuk melihat peran guru pendidikan agama Islam sebagai pendidik dalam membentuk karakter siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif jenis pendekatan deskriptif. Dengan subjek guru SMP N 1 Tulung Selapan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter siswa sangat dibutuhkan oleh siswa karena dengan adanya guru pendidikan agama Islam yang berperan sebagai orang tua siswa tentu memiliki peran yang sangat besar dalam dunia pendidikan agar menjadi manusia yang sebenarnya. Adapun perannanya sebagai guru pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter siswa diantaranya: mempunyai wawasan luas, teladan, terintegrasi. Adapun peran guru pendidikan agama Islam dalam membentuk karakter siswa di SMP N 1 Tulung Selapan antara lain: membiasakan kegiatan yang positif, membiasakan sholat dhuha berjamaah, membiasakan membaca surat pendek, membiasakan membaca do’a, membiasakan bersikap disiplin, membiasakan bersikap jujur, mengajarkan ngaji.</p> Fajrul Alfatih Fadhil Syarif Hidayatullah Syarif Hidayatullah Copyright (c) 2024 Fajrul Alfatih Fadhil, Syarif Hidayatullah Syarif Hidayatullah https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2024-12-12 2024-12-12 5 3 10.47783/jurpendigu.v5i3.796 IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SMP 5 REJANG LEBONG https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/jurpendigu/article/view/794 <p>Penelitian ini dilatar belakangi dengan guru belum menerapkan pembelajaran berdiferensiasi yaitu dengan aspek konten, proses atau produk. Masih adanya Guru yang melaksanakan 1 metode dalam kegiatan pembelajaran, Kurangnya pemahaman Guru tentang pendekatan pembelajaran berbasis berdiferensiasi baik dalam persiapan maupun dalam implementasinya, Masih kurangnya guru dalam memanfaatkan media-media pembelajaran dalam proses pembelajaran. Tujuan penelitian yaitu Untuk mengetahui Implementasi pembelajaran diferensisasi dalam kurikulum merdeka dan Untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan pembelajaran diferensisasi dalam kurikulum merdeka di SMP N 5 Rejang Lebong.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan (field reseach) dan menggunakan pendekatan deskriftif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru SMP N 5 Rejang Lebong. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan tenik analisis data menggunakan data reduction (reduksi data), data display (penyajian data) dan conclution drawing and varification (penarikan kesimpulan dan verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran diferensiasi sudah diterapkan di SMP N 5 Rejang Lebong. pembelajaran berdiferensiasi memerlukan persiapan-persiapan yang baik. Seorang guru sangat berperan penting dalam pembelajaran diferensiasi. Untuk mendukung keberhasilan pembelajaran berdiferensiasi diperlukan suasana lingkungan belajar yang kondusif. Bentuk pembelajaran berdiferensiasi di kelas dapat mencakup tiga jenis, yaitu diferensiasi konten, diferensiasi proses, dan diferensiasi produk. Kendala yang sering ditemui yaitu masih belum bisa beradaptasi dengan pembelaran berdiferensiasi. Oleh karen itu Seorang guru juga harus melakukan evaluasi sesudah melakukan kegiatan belajar mengajar dengan tujuan agar mengetahui apakah perencanaan pembelajaran dan proses sudah diterima dengan baik oleh siswa. adapun kelebihan pembelajaran diferensiasi ini sangat banyak sekali seperti pembelajaran lebih bervariasi, dengan adanya pembelajaran bervariasi tentunya siswa tidak cepat bosan, guru dan siswa terlibat aktif dalam pembelajaran dan melatih guru mengetahui perbedaan respon belajar belajar setiap peserta didik. Sedangkan kekurangan dari pembelajaran berdiferensiasi ini yaitu siswa belum bisa beradaptasi dengan baik karena pembelajaran ini masih baru dilaksanakan jadi kecendrungan siswa tidak dapat memahami pembelajaran yang sering dibeda-bedakan dengan teman lainnya.</p> Zaitun Tri Mulya Sari Cik din Verdydo Adriansyah Ravita Putri Anggraini Vika Merliani Copyright (c) 2024 Zaitun Tri Mulya Sari, Cik din, Verdydo Adriansyah, Ravita Putri Anggraini, Vika Merliani https://creativecommons.org/licenses/by/4.0 2024-12-12 2024-12-12 5 3 10.47783/jurpendigu.v5i3.794