PENGGUNAAN BALOK ANGKA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK PERTIWI KOTA JAMBI

  • Ade Hasendra TK Islam Al Falah Kota Jambi
Keywords: PEMBELAJARAN, kemampuan anak, peran orang tua, peran guru

Abstract

Anak usia dini adalah salah satu pewaris dari pada setiap bangsa, Anak merupakan aset bangsa, sebagai pewaris dan sekaligus sebagai generasi pelangsung cita-cita perjuangan bangsa. Mereka perlu dipersiapkan demi kelangsungan eksistensi bangsa dan negara di masa mendatang. Oleh sebab itulah perlu dipersiapkan agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sebaik-baiknya sehingga kelak menjadi orang dewasa yang sehat, baik secara fisik, mental, maupun sosial-emosionalnya. Untuk mencapai hal itu harus ada upaya pengembangan potensi yang dimilikinya secara optimal agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan.

Secara kuantitatif jumlah anak usia dini di Indonesia sangat besar. Mereka merupakan generasi penerus bangsa yang harus mendapat perhatian serius. Kesadaran dan komitmen terhadap perkembangan yang terjadi pada anak usia dini harus menjadi pokok pikiran kita bersama, hal ini tentu tak lepas dari peran orang tua, guru, lingkungan sekitar anak.

Pada saat ini Taman kanak – kanak yaitu jenjang pendidikan anak usia dini telah menjadi sebuah jalur formal bagi anak untuk mengembangkan setiap aspek kepribadiannya baik dari perkembangan bahasa anak, motorik halus, motorik kasar, kognitif, sains dan lainnya lagi , hal ini tentu membuat kita menyadari bahwa pendidikan itu tak hanya dimulai dari Sekolah Dasar tapi dari sejak anak dilahirkan di dunia ini.

Upaya peningkatan kualitas pendidik tentunya akan menyebabkan meningkat pula kualitas peserta didiknya, hal ini dikarenakan pendidikan anak usia dini menitikberatkan peletakan dasar pertumbuhan serta perkembangan fisik, kecerdasan, sosial emosional, bahasa dan komunikasi.

Salah satu perkembangan yang harus berada pada anak adalah perkembangan kognitif, yaitu kemampuan untuk menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa. Proses kognitif berhubungan dengan tingkat kecerdasan (inteligensi) yang menandai seorang dengan berbagai minat terutama sekali ditujukan kepada ide-ide dan belajar. Perkembangan kognitif juga dimaksudkan agar anak mampu melakukan ekplorasi terhadap dunia sekitar melalui panca indranya. Dengan pengetahuan yang diperolehnya , anak akan dapat melangsungkan hidupnya dan menjadi manusia yang utuh sesuai dengan kodratnya sebagai makhluk tuhan yang harus memberdayakan apa yang ada di dunia ini untuk kepentingan dirinya dan orang lain.

Kemampuan kognitif sangat diperlukan peserta didik dalam pendidikan. Perkembangan kognitif merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam perkembangan peserta didik. Kita ketahui bahwa peserta didik merupakan objek yang berkaitan langsung dengan proses pembelajaran, sehingga perkembangan kognitif sangat menentukan keberhasilan peserta didik dalam sekolah. Dalam perkembangan kognitif di sekolah, guru sebagai tenaga kependidikan yang bertanggung jawab dalam melaksanakan interaksi edukatif dan pengembangan kognitif peserta didik, perlu memiliki pemahaman yang sangat mendalam tentang perkembangan kognitif pada anak didiknya.

Dari hasil observasi kendala yang sering terjadi di TK Pertiwi Kota Jambipeneliti menemukan beberapa masalah yang berkaitan dengan perkembangan kognitif anak. Pada umumnya masalah yang dialami anak usia Taman Kanak-kanak berawal dari ketidakmampuan menangkap dan memahami dengan baik dikarenakan kurangnya konsentasi atau pemusatan perhatian anak, hal ini ditandai dengan adanya beberapa kondisi berikut. Pertama, disaat proses belajar anak melakukan aktivitas fisik yang berlebihan. Kedua, anak kesulitan ketika melaksanakan tugas-tugas yang membutuhkan ketekunan berkesinambungan, sehingga anak cenderung kepada menghindari dan menolak melakukan kegiatan tersebut. Ketiga, anak sulit untuk mempertahankan pusat perhatian pada waktu bermain ( perhatian anak mudah teralihkan ).

Mengingat masalah diatas, apabila tidak segera diatasi maka akan berkibat munculnya masalah-masalah baru seperti anak akan semakin kesulitan menerima materi berikutnya, dan sangat mempengaruhi kemampuan berpikir anak pada tahap perkembangan selanjutnya yang bisa dimungkinkan juga mempengaruhi hubungan sosial anak dengan orang lain.

Dalam usaha menanggulangi masalah tersebut, mendorong peneliti untuk melakukan penelitian terhadap minat dan reaksi anak dengan media pembelajaran menggunakan balok angka.

Selain hal itu tentunya peneliti melakukan proses tanya jawab interaktif yang memungkinkan anak untuk mengembangkan imajenasinya pula sehingga peneliti berharap menghasilkan pembelajaran yang efektif, berkualitas, dan menarik minat anak untuk mengikuti pembelajaran sehingga perkembangan yang ingin dicapai dapat terlaksana sesuai harapan.

Published
2019-07-09
How to Cite
Hasendra, A. (2019). PENGGUNAAN BALOK ANGKA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK PERTIWI KOTA JAMBI. Jurnal Literasiologi, 2(2). Retrieved from https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/42