https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/issue/feed Jurnal Literasiologi 2020-01-25T11:09:10+00:00 Dr. Sumarto, S.Pd, M.Pd sumarto@literasikitaindonesia.com Open Journal Systems <p style="align: justify;">Mempublikasikan hasil diskusi literasi, penelitian literasi tentang ke-Indonesian; pendidikan, sosial dan budaya yang ada di Indonesia, atau pendidikan, sosial budaya Indonesia yang ada di dunia Internasional, suatu hal yang sangat menarik untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia, dengan tradisi dan kehidupan pendidikan, sosial yang ramah dan damai walaupun hidup dengan keberagaman, kemajemukan semua dibingkai dengan persatuan dan kesatuan “bhineka tunggal ika” yang tertulis dan terpublish.</p> https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/54 PENGOLAHAN CANGKANG KELAPA SAWIT DI KABUPATEN TANJUNG JABUNG BARAT PROVINSI JAMBI 2020-01-20T01:21:49+00:00 Ali Musa Lubis alimusalubis54@gmail.com Hidayat hidayat@literasikitaindonesia.com <p>Di Provinsi Jambi sampai saat ini belum ada kegiatan/pabrik yang mengolah karbon, aktif, Liquid smogdan limestone, padahal kebutuhan akan ketiga jenis produks tersebut selalu meningkat, baik kebutuhan untuk regional mapun nasional. Dengan adanya Progam pengabdian masyarakat dari Kementrian Agama RI melalui Pendidikan Tinggi Islam subdit penelitian, publikasi ilmiah dan pengabdian masyarakat ini dapat terlaksana dengan baik. Ditinjau dari segi ekonomi program ini dapat memunculkan wirausaha baru dan menumbuhkan budaya kewirausahaan dikalangan masyarakat. Kegiatan pengabdian yang dilakukan dengan metodologi ABCD (Asset Based Community Development). Adapun hasil kegiatan pengabdian yang dilakukan di Desa Terjun Gajah Kecamatan Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat yaitu membentuk komunitas pengolahan asap cair dari kelompok tani kelapa sawit, membuat atau merakit peralatan yang digunakan dalam mengolah cangkang kelapa sawit menjadi asap cair atau liquid smog, bekerja sama dengan Bank Sampah Bangkitku BSB Jambi sebagai fasilatator dalam melaksanakan kegiatan sosialisai dan pendampingan bersama peneliti dan membuat asap cair sebagai usaha petani kelapa sawit dan bisa juga digunakan sendiri untuk keperluan pengawet kayu, bahan pengawet makanan dan obat bagi tanaman.</p> 2020-01-20T00:34:06+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Literasiologi https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/55 KOMPETENSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA 2020-01-20T00:52:10+00:00 Burhanudin burhanudin7801@gmail.com <p>Latar belakang penelitian ini adalah siswa membutuhkan motivasi instrinsic dalam belajar, serta peran guru yang harus memenuhi kompetensi. Kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru pendidikan agama Islam sebagaimana guru yang lain meliputi: Kompetensi Pedagogik, kompetensi kpribadian, kompetensi profesionalitas, kompetensi sosial. Selain 4empat komptensi tersebut guru Pendidikan Agama Islam juga diharapkan memiliki kompetensi spritual dan kompetensi leadership . Kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengajarkan moral. Kompetensi kpribadian kemampuan dalam bersikap yang terbaik dan konsekuen terhadap perkataan dan perbuatannya . Kompetensi profesional adalah kemampuan yang berkaitan dengan profesi keguruannya . Kompetensi sosial berkaitan dengan kemampuan guru dalam menjalankan peranannya dalam kehidupan masyarakat Kompetensi spritual adalah memiliki keikhlasan dalam mengajar serta tulus sepenuh hati dengan rasa pengabdian dan dedikasi yang tinggi. Kompetensi leadership guru harus memiliki percaya diri tinggi yang disertai dengan pertimbangan kedewasaan bertindak. Kompetensi yang dimiliki oleh guru pendidikan agama Islam berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa. Dengan berbagai kompetensi yang dimiliki dapat menjadi rangsangan yang memotivasi siswa untuk mengikuti proses belajar mengajar dengan sunguh-sunguh, sehingga pada akhirnya akan mendukung keberhasilan siswa dalam belajarnya.</p> 2020-01-20T00:36:15+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Literasiologi https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/57 PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INGGRIS KELAS VII DI SMP NEGERI 11 KOTA JAMBI 2020-01-20T00:52:11+00:00 Hamdi Zas Pendi zaspendihamdi@gmail.com <p>Pengembangan produk berupa software multimedia interaktif bahasa Inggris dalam bentuk kepingan CD (Compact Disc) yang disajikan secara interaktif sesuai dengan kebutuhan peserta didik dengan mencakup aspek visual, audio, audio visual, dan kinestetik. Multimedia interaktif ini dilengkapi dengan Menu Pembelajaran yaitu kompetensi pembelajaran, teks penjelasan materi yang didukung dengan video peraga, animasi, evaluasi materi berupa empat kompetensi (listening, reading, writing, and speaking), hasil penilaian, dan petunjuk penggunaan. Pengembangan produk multimedia interakti dapat meningkatkan minat belajar siswa SMP Negeri 11 kota Jambi kelas VII dalam memahami suatu konsep abstrak dengan lebih mudah, hal ini dapat di ketahui dari hasil angket minat awal siswa yang ditemukan di lapangan sebelum multimedia interaktif tersebut di kembangkan melalui multimedia interaktif dengan skor 60,44 % atau kategori cukup. Minat belajar siswa meningkat setelah multimedia interaktif tersebut dikembangkan dengan multimedia dengan skor 88,76 % atau kategori sangat baik.</p> 2020-01-20T00:40:56+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Literasiologi https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/59 REPOSISI KIYAI PESANTREN DALAM DINAMIKA POLITIK 2020-01-20T00:52:11+00:00 Rahiman Dani rahimandani@gmail.com Qolbi Khoiri qolbikhoiri@gmail.com <p>Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap dan menjelaskan mengenai dinamika kiyai pesantren dalam hubungannya dengan politik kebangsaan dan mengulas mengenai reposisi peran kiyai dalam dinamika politik kebangsaan. Meskipun banyak analisa mengenai peran kiyai ini, namun faktanya pasang surut posisi kiyai pesantren semakin terlihat inkonsistensinya. Hal ini dapat dibuktikan dengan keterlibatan kiyai secara praktis dalam politik sehingga berdampak pada eksistensi lembaga pendidikan pesantren yang dikelolanya. Hasil dari analisis penulis menggambarkan bahwa kiyai sudah saatnya untuk kembali pada peran sentralnya sebagai figure utama dalam pengelolaan pesantren, hal ini penting untuk dilakukan agar eksistensi pesantren di era modern tetap terjaga dan fokus pada reformulasi benteng pertahanan akhlak dan moral ummat yang kian mengkhawatirkan. Reformulasi yang penulis tawarkan adalah melalui internalisasi dan adaptasi peradaban modern bagi kiyai dan fokus pada pembenahan di lembaga pendidikannya, baik dalam bidang ekonomi, sosial budaya, maupun teknologi.</p> 2020-01-20T00:42:43+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Literasiologi https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/60 POLITIK PENDIDIKAN BERBASIS MULTIKULTURAL 2020-01-20T00:52:11+00:00 Rahiman Dani rahimandani@gmail.com <p>Pendidikan merupakan salah satu media yang paling efektif untuk melahirkan generasi yang memiliki pandangan yang mampu menjadikan keragaman sebagai bagian yang harus diapresiasi secara konstruktif. Sebab, pendidikan bersifat sistemik dengan tingkat penyebaran yang cukup merata. Lembaga-lembaga pendidikan dari berbagai tingkatan telah tersebar secara luas di berbagai wilayah Indonesia. Pendidikan menjadi alat penting bagi perkembangan suatu bangsa, secara otomatis kualitas dari peserta didik mulai dari (kognisi, afeksi, hingga psikomotorik) tergantung pada pendidikan yang didapatkannya. Politik dan kekuasaan suatu negara memegang kunci keberhasilan pendidikan. Dalam konteks pembangunan demokratisasi dan desentralisasi di Indonesia, peran politik eksekutif dan legislatif untuk memajukan pendidikan begitu besar. Ranah politik dan kekuasaan harus mampu mewujudkan sistem pendidikan yang mencerdaskan dan mencerahkan peradaban bangsa ini.</p> 2020-01-20T00:43:54+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Literasiologi https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/61 KOMPETENSI GURU DALAM PEMBELAJARAN 2020-01-20T00:52:11+00:00 Muhammad Rifai Harahap harahaprifai90@gmail.com <p>Nowadays education is growing more rapidly and more complex, education problems faced is not a challenge that is left alone, but it requires constructive thinking in order to achieve the quality of the goal of good education. The problems in question include the competence of teaching teachers because teachers as people who deal directly with learners should have good competence in the implementation of teaching and learning process. Learning takes place in human life because of the interaction between two or more people, the interaction between two or more people, the interaction between two or more people, the interaction that involves the exchange of information that is unknowingly done in our daily lives. So that learning reinforces through experience. Learning has a charge that involves two or more people. Learning takes place as long as each individual builds mutually agreeable and satisfying cooperation. Learning is strived to provide interaction and communication that ensures the common good so that in the learning can be a mutually ripe process. Learning as a process is done by the individual to gain a whole new behavioral change, as a result of the individual's own practice in his interaction and environment. Learning is different from Teaching, learning does not have English roots. Learning is different from learning. Therefore learning if translated into English learningization is the efforts of educators to make learners learn (to makes people or student learn). In every lesson effective conditions must be planned and cultivated by the teacher deliberately in order to avoid adverse conditions (prevention efforts), and restore optimal conditions in case of damaging things caused by the behavior of learners in the classroom.</p> 2020-01-20T00:45:31+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Literasiologi https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/62 INOVASI GUIDANCE AND COUNSELING DI KECAMATAN WONOAYU SIDOARJO 2020-01-20T00:52:11+00:00 Sufinatin Aisida Asfie99@yahoo.com Masrur Huda masrur@literasikitaindonesia.com <p>Penelitian ini merupakan penelitian kualitatatif, dimana data pustaka yang diambil dan diproses dengan menggunakan deskripsi-deskripsi, penjelasan buku dan lapangan, bukan menggunakan hitungan atau rumus hitungan. Berawal dari bentuk keprihatinan peneliti saat melihat kondisi riil pendidikan dan pengajaran di Madrasah-madrasah Ibtidaiyah di kecamatan Wonoayu. Banyak pengajar yang mengeluh kesulitan menangani kasus-kasus yang terjadi di lingkungan madrasah Ibtidaiyah. Hal itu, membutuhkan penangan khusus dari pihak sekolah, khususnya guru BK (Bimbingan Konseling) yang ditunjuk. Tapi kendala yang dihadapi adalah, tidak adanya lembaga yang memiliki kompetensi khusus di bidang Psikologi –Guidance dan Counseling-. Dan, sebagaimana pengamatan peneliti rata-rata tidak memiliki guru BK yang diberi tugas menyelesaikan kasus-kasus yang terjadi di madrasah Ibtidaiyah. Berdasarkan pendahuluan tersebut, peneliti merumuskan masalah, yaitu: (1). Bagaimana guru memecahkan masalah-masalahyang berkaitan dengan peserta didik?, dan (2). Bagaiman kondisi madrasah ibtidaiyah di kecamatan Wonoayu? (3)Bagaimana menerapkan teori Guidance dan Counseling bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah se kecamatan Wonoayu ?. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) para guru biasanya memecahkan permasalahannya dengan ditangani langsung oleh para walikelasnya, dan mereka rata-rata tidak memiliki kualifikasi dalam bidang bimbingan dan konseling. Sehingga lebih banyak dilakukan dengan teguran, hukuman menulis maupun nasehat (2) ada 17 madrasah ibtidaiyah di kecamatan Wonoayu, dari 17 MI tersebut kondisinya bermacam-macam ada yang telah maju dengan sarana dan prasaran, guru dan siswa yang memadai serta rata-rata memililiki guru-guru yang telah tersertifikasi, terpi masih ada madrasah ibtidaiyah yang memiliki murid, sarpras yang belum memadai, kepala sekolah yang ada adalah dari pengangkatan yayasan yang menaunginya. (3) setelah dilakukan workshop inovasi guidance and counseling, ada wawasan baru cara menangani siswa dengan cara-cara yang humanis dan menuliskan apa yang mereka rasakan.</p> 2020-01-20T00:46:48+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Literasiologi https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/63 PENERAPAN METODE DIRECTED READING ACTIVITY (DRA) DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA PADA MATAKULIAH KOMUNIKASI PEMERINTAHAN DI PRODI ILMU PEMERINTAHAN UIN STS JAMBI 2020-01-20T00:52:11+00:00 Suryawahyuni Latief niniek_yuni@yahoo.com YULFI ALFIKRI NOER yulfi@literasikitaindonesia.com <p>The major purpose of this study is to improve the critical thinking of undergraduate student in a government communication field, UIN STS Jambi. The subject of this study was undergraduate students in semester VA in academic 2018/2019. The instruments used in this study was the last report of student results, observation paper, and a text reading with a title "hoax, de vide et impera millenial" with three questions: Q1 What does the topic about?, Q2 How do you manage the phenomenon? And Q3 How do you think about the text’s contents?. This study employs action research with two stages from October to December 2018. The result indicates that DRA methods is able to improve the critical thinking of undergraduates students.</p> 2020-01-20T00:48:24+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Literasiologi https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/58 PROSES BENCHMARKING KEPALA MADRASAH DALAM MELAKUKAN TRANSFORMASI MADRASAH DI KOTA JAMBI 2020-01-20T00:52:11+00:00 Sumarto Sumarto sumarto.manajemeno@gmail.com Emmi Kholilah Harahap emikholila@literasikitaindonesia.com <p>Melakukan benchmarking di lingkungan madrasah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak tantangan yang dialami ketika melakukan benchmarking. Kepala madrasah di Provinsi Jambi dalam melakukan benchmarking di lingkungan madrasah yang ia pimpin menemukan berbagai macam resistensi. Hal ini sesuai dengan apa yang beliau sampaikan bahwa dalam melaksanakan proses benchmarking untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas madrasah ini, ada berbagai macam tantang dan peluang. Salah satunya terjadinya resistensi dan hal itu biasa terjadi dan harus dikelola dengan baik agar tidak berlarut-larut dan menghambat proses benchmarking dan menjadikan madrasah bertransformasi sesuai dengan apa yang dicita-citakan madrasah. Metode penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif analitis, menggambarkan proses Proses Benchmarking Kepala Madrasah Dalam Melakukan Transformasi Madrasah Di Kota Jambi. Proses benchmarking yang harus dilakukan setiap kepala Madrasah meliputi empat faktor: (a) pengetahuan, terutama yang berkenaan dengan aspek proses dan praktik suatu pekerjaan yang diperoleh dari hasil penelitian benchmarking. (b) motivasi, dapat memotivasi setiap orang untuk terus belajar dan meningkatkan produktivitas kerja. (c) situasi, yaitu peluang bagi setiap orang untuk menerapkan pengetahuaannya dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas. (d) kemauan setiap orang untuk mengembangkan pengetahuannya. Karakteristik madrasah yang unggul/terbaik dalam kelasnya yang akan dibenchmarking adalah: (a) fokus pada prestasi, perbaikan kualitas, dan produktivitas, (b) kesadaran atas biaya, (c) memiliki hubungan yang dekat dengan para peserta didik, (d) memiliki hubungan yang dekat dengan para mitra, (e) memanfaatkan teknologi mutakhir, (f) fokus pada inti dan tujuan yang akan dicapai.</p> 2020-01-20T00:50:16+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Literasiologi https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/64 PROSES PELAYANAN NASABAH DALAM PERBANKAN SYARIAH 2020-01-20T01:19:56+00:00 Syukri Nasution syukrinst123@gmail.com <p>Pelayanan publik atau pelayanan umum dapat didefinisikan sebagai segala bentuk jasa pelayanan, baik dalam bentuk barang publik maupun jasa publik yang pada prinsipnya menjadi tanggung jawab dan dilaksanakan oleh instansi pemerintah di pusat, di daerah, dan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara atau Badan Usaha Milik Daerah, dalam rangka upaya pemenuhan kebutuhan masyarakat maupun dalam rangka pelaksanaan ketentuan peraturan perundang-undangan. Karenanya birokrasi publik berkewajiban dan bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang baik dan profesional. Peran perbankan syariah dalam pembangunan ekonomi Islam memberikan implikasi yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat. Ekonomi Islam yang di representasikan melalui bank syariah dapat memberikan solusi alternatif bagi masyarakat dalam mengatur dan memanjamen masalah keuangannya.</p> 2020-01-20T01:19:56+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Literasiologi https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/76 PENDIDIKAN SEBAGAI MEDIA INTEGRASI AGAMA DAN SAINS DALAM ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 2020-01-25T11:09:10+00:00 Edison edisonpaedi779@gmail.com Irwan Fathurrochman inhamna@gmail.com <p>Education is not just merely transferring knowledge, but alsotransforming the values of truth, justice, honesty, humanity, and divinity into thehearts of students. Islam is a religion that is in accordance with human nature, itsshari'a is not only encouraging people to learn science and technology, then tobuild civilization, even to organize their people to survive and save both in theworld and in the hereafter. Religion and science have no opposition, are integral,cannot be separated from one another. Integration of religion and science is notjust an epistemological study, but it should be implemented axiologically in thelearning process at every level of education. Facing the globalization era that weare familiar with in the era of industrial revolution 4.0, the integration of religionand science is a necessity.</p> 2020-01-25T11:08:52+00:00 Copyright (c) 2020 Jurnal Literasiologi