https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/issue/feedJurnal Literasiologi2026-02-10T04:15:11+00:00Dr. Sumarto, S.Pd, M.Pdsumarto@literasikitaindonesia.comOpen Journal Systems<p style="align: justify;">Mempublikasikan hasil diskusi literasi, penelitian literasi tentang ke-Indonesian; pendidikan, sosial dan budaya yang ada di Indonesia, atau pendidikan, sosial budaya Indonesia yang ada di dunia Internasional, suatu hal yang sangat menarik untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia, dengan tradisi dan kehidupan pendidikan, sosial yang ramah dan damai walaupun hidup dengan keberagaman, kemajemukan semua dibingkai dengan persatuan dan kesatuan “bhineka tunggal ika” yang tertulis dan terpublish.</p> <p style="align: justify;"> </p> <p style="align: justify;"><strong>E-ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1547246348&1&&" target="_blank" rel="noopener">2656-3320</a></strong><br /><strong>P-ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&1596369821&1&&" target="_blank" rel="noopener">2745-5440</a></strong></p>https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1071ANALYSIS OF THE DISTRIBUTION OF JOINT MARITAL PROPERTY DUE TO DIVORCE AT THE LUBUK LINGGAU CLASS 1B RELIGIOUS COURT (CASE STUDY CASE NUMBER 358/Pdt.G/2025/PA.LLG)2025-12-13T00:56:03+00:00Honky Apricoh Diansaputerawijayaapricoh.wijaya@gmail.comSlamet Riadyslamet.riady@gmail.comFachrurrozi Repadofachrurrozi.repado@gmail.com<p><em>This study examines the application of progressive legal theory and the theory of justice in the process of dividing joint property due to divorce at the Lubuk Linggau Religious Court. Progressive legal theory is utilized to examine the extent to which law can be applied flexibly to achieve substantive justice, while the theory of justice is used as a foundation for assessing the balance of rights and obligations between the litigating parties. The research methods used include normative juridical, empirical juridical approaches, and case studies, with the aim of providing a comprehensive understanding of the application of law in the field.</em><br /><em>The research results show that the synergy between the two theories allows for the application of law that is not only based on formal legality but also considers humanitarian values and a sense of justice. Nevertheless, its implementation still encounters obstacles in the form of clashes between moral values and the rigidity of formalistic law. Based on the analysis of Case Number 358/Pdt.G/2024/PA.Llg, the division of joint property was carried out according to the provisions of Article 97 of the Compilation of Islamic Law (KHI) and Article 37 of Law Number 1 of 1974, taking into account both the financial and non-financial contributions of each party during the marriage.</em><br /><em>In this process, the judge has a central role in determining the amount of property division through the evaluation of evidence and arguments put forward by the parties. The resulting decision is considered to reflect the principle of justice, although there are still obstacles such as the limited understanding of the law by one of the parties. Factors that also influence the decision include the level of participation in the acquisition of property, the legal status of the disputed property, and the social and psychological conditions of the parties during the trial process.</em></p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Literasiologihttps://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1100PENGEMBANGAN BUKU AJAR FIKIH BERBASIS DIGITAL BAGI PESERTA DIDIK KELAS V SD IT BIN BAZ REJANG LEBONG2025-12-30T03:51:56+00:00Rizki Satriantosatriantorizki16@gmail.comMinahi Kassaniahminahikassania@gmail.comKurniawan Kurniawankurniawan@iaincurup.ac.idKarliana Indrawarikarliana@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar Fikih berbasis digital yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik kelas V di SD IT Bin Baz Rejang Lebong. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada keterbatasan buku ajar Fikih konvensional yang kurang menarik dan belum sepenuhnya mendukung pembelajaran mandiri peserta didik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian pengembangan yang dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, pengembangan, dan penyebarluasan produk pembelajaran. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan guru, observasi proses pembelajaran, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ajar Fikih berbasis digital yang dikembangkan memiliki struktur materi yang sistematis, bahasa yang komunikatif, serta penyajian yang kontekstual sesuai karakteristik peserta didik sekolah dasar. Buku ajar digital ini dinilai layakdigunakan sebagai sumber belajar pendukung dalam pembelajaran Fikih dan mampu membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih efektif. Dengan demikian, pengembangan buku ajar Fikih berbasis digital dapat menjadi alternatif solusi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dasar.</p>2025-12-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Literasiologihttps://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1108MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERBASIS RISET PADA PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING PENDIDIKAN ISLAM PASCASARJANA IAIN CURUP2026-02-10T04:13:06+00:00Emmi Kholilah Harahapemmiharahap57@gmail.comRini Puspita Saririnipuspitasari@mail.uinfasbengkulu.ac.id<p>Peneliti ini menggunakan teknik deskriptif-kualitatif dalam penelitiannya. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, karena bersifat nonhipotetis dan tidak menyertakan penggunaan rumus statistik untuk menggambarkan hasilnya. Sumber data primer dalam penelitian ini terdiri dari Ketua Program Studi Pascasarjana IAIN Curup BKPI, dosen yang terafiliasi dengan Program Studi Pascasarjana IAIN Curup BKPI, dan mahasiswa yang terdaftar di Program Studi Pascasarjana IAIN Curup BKPI. Selain itu, dokumen yang relevan dan peristiwa penting yang berkaitan dengan topik penelitian juga dipertimbangkan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Program Studi IAIN Curup BKPI menawarkan 50 SKS dengan fokus pada Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam. Mendistribusikan jadwal perkuliahan kepada dosen yang memenuhi persyaratan, yang kemudian menyusun Rencana Pembelajaran untuk pelaksanaannya. Analisis penelitian mengungkapkan bahwa beberapa rencana pembelajaran menggabungkan kegiatan berbasis penelitian, menganalisis dan meninjau teori dan penelitian yang berkaitan dengan materi pelajaran. Kegiatan tersebut dilaksanakan secara mandiri dan kelompok, serta dijadwalkan dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Namun sebagian besar hasil penelitian belum terdokumentasikan dalam program sehingga menghasilkan laporan penelitian mini. Program ini menggunakan Google Drive atau Google Form untuk mengumpulkan hasil penelitian, namun diperlukan dokumentasi untuk menilai akreditasi program dan menjamin keberhasilan program.</p>2026-02-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Literasiologihttps://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1094PERAN GURU PAI DALAM MENUMBUHKAN KESEHATAN MENTAL SISWA BERDASARKAN PSIKOLOGI ISLAM DI SEKOLAH DASAR2025-12-21T02:05:15+00:00Khoirun Nisacurupkhoirunisa@gmail.comHartini Hartinihartini@iaincurup.ac.idIdi Warsahidiwarsah@iaincurup.ac.idPrihantoro Prihantoroprihantoro@iaincurup.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menumbuhkan kesehatan mental siswa sekolah dasar berdasarkan perspektif psikologi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi dengan subjek penelitian guru PAI, kepala sekolah, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI berperan tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing mental dan spiritual yang membantu siswa mencapai ketenangan emosional dan kestabilan psikologis. Guru PAI menerapkan pendekatan personal melalui dialog, pemberian nasihat, ruang curhat ringan, serta pembiasaan nilai-nilai Islam seperti sabar, syukur, dan tawakal. Integrasi nilai-nilai spiritual dalam pembelajaran PAI terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif dan mendukung ketahanan mental siswa. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendidikan agama Islam memiliki kontribusi signifikan dalam mendukung kesehatan mental siswa sekolah dasar secara holistik melalui pendekatan psikologi Islam.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Literasiologihttps://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1092Pengaruh Peran Guru Sebagai Motivasi terhadap Pembentukan Karakter Peserta Didik dalam pembelajaran PAI2025-12-21T01:56:33+00:00Erik Wiranataerik.wiranata36@guru.sma.belajar.idHartini Hartinihartini@iaincurup.ac.idIdi Warsahidiwarsah@iaincurup.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru sebagai motivator dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), proses pembentukan karakter peserta didik, serta pengaruh peran guru sebagai motivator terhadap pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Subjek penelitian adalah peserta didik dengan jumlah sampel sebanyak 35 orang. Instrumen penelitian berupa angket peran guru sebagai motivator dan angket pembentukan karakter peserta didik, masing-masing terdiri atas 25 butir pernyataan. Teknik analisis data menggunakan uji korelasi Product Moment dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru sebagai motivator berada pada kategori tinggi dan pembentukan karakter peserta didik berada pada kategori baik. Hasil uji korelasi Product Moment menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara peran guru sebagai motivator dengan pembentukan karakter peserta didik. Selanjutnya, hasil uji t menunjukkan bahwa peran guru sebagai motivator berpengaruh secara signifikan terhadap pembentukan karakter peserta didik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa peran guru sebagai motivator memiliki kontribusi penting dalam pembentukan karakter peserta didik melalui pembelajaran Pendidikan Agama Islam.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Literasiologihttps://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1090PENGEMBANGAN MODUL PAI DENGAN INTEGRASI QR CODE UNTUK AKSES KONTEN DIGITAL2025-12-21T01:45:47+00:00Asri Hajar Dewantiasrihajardewantisubur@gmail.comJoko Andikajokoandika888@gmail.comMeza Tiaramezatiara09@gmail.comKurniawan Kurniawankurniawan@iaincurup.ac.idKarliana Indrawarikarlianaindrawari@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif pemanfaatan QR Code dalam pengembangan modul PAI berdasarkan hasil-hasil penelitian terdahulu. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dengan menganalisis artikel jurnal, prosiding, dan karya ilmiah relevan dalam lima tahun terakhir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi secara deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi QR Code dalam modul PAI mampu memperkaya sumber belajar, meningkatkan motivasi dan keterlibatan peserta didik, serta mendukung penguatan literasi digital dalam pembelajaran PAI. Meskipun demikian, efektivitas penerapan modul PAI berbasis QR Code dipengaruhi oleh kualitas konten digital, kesiapan literasi digital guru, dan ketersediaan sarana pendukung. Oleh karena itu, integrasi QR Code dalam modul PAI perlu dirancang secara terencana dan selaras dengan tujuan pembelajaran serta nilai-nilai pendidikan Islam.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Literasiologihttps://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1089Pengembangan Bahan Ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) Berbasis Barcode2025-12-21T01:35:20+00:00Erik Wiranataerik.wiranata36@guru.sma.belajar.idKhoirun Nisacurupkhoirunisa@gmail.comAflia Bela Marindaafliabelamarinda@gmail.comKarliana Indrawarikarlianaindrawari@gmail.comKurniawan Kurniawankurniawan@iaincurup.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) berbasis barcode serta mengetahui tingkat validitas, kepraktisan, dan keefektifannya dalam pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan model pengembangan 4D yang meliputi tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian meliputi ahli materi, ahli media, ahli bahasa, guru PAIBP, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan tes hasil belajar. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar PAIBP berbasis barcode yang dikembangkan berada pada kategori sangat valid berdasarkan penilaian ahli materi, media, dan bahasa. Bahan ajar juga dinilai sangat praktis berdasarkan respon guru dan peserta didik. Selain itu, penggunaan bahan ajar PAIBP berbasis barcode terbukti efektif dalam meningkatkan minat dan hasil belajar peserta didik. Dengan demikian, bahan ajar PAIBP berbasis barcode layak digunakan sebagai media pembelajaran inovatif dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Literasiologihttps://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1087PENDIDIKAN ISLAM DI NEGARA MALAYSIA Peran Pendidikan Islam dalam Membentuk Karakter Generasi Muda di Malaysia2025-12-21T01:09:57+00:00Nopi Irawannopiirawan@gmail.comFakhruddin Fakhruddinfakhruddin@iaincurup.ac.idLukman ashaasha.lukman@gmail.com<p>Pendidikan Islam di Malaysia memiliki peran yang sangat strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Melalui proses pendidikan yang terstruktur dan berkelanjutan, pendidikan Islam diarahkan untuk membangun kepribadian peserta didik yang seimbang antara dimensi spiritual, intelektual, emosional, dan sosial. Nilai-nilai Islam tidak hanya diajarkan secara teoritis, tetapi juga diinternalisasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu membentuk sikap dan perilaku positif generasi muda.<br />Perkembangan pendidikan Islam di Malaysia tidak terlepas dari kebijakan negara yang menempatkan Islam sebagai agama Persekutuan. Posisi ini memberikan landasan konstitusional yang kuat bagi penyelenggaraan dan pengembangan pendidikan Islam di berbagai jenjang pendidikan, baik formal maupun nonformal. Negara berperan aktif dalam merumuskan kurikulum, menyediakan lembaga pendidikan Islam, serta memastikan bahwa nilai-nilai keislaman terintegrasi dalam sistem pendidikan nasional.<br />Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif peran pendidikan Islam dalam membentuk karakter generasi muda di Malaysia. Selain itu, kajian ini juga membahas metode penelitian yang digunakan dalam menganalisis fenomena pendidikan Islam, serta mengidentifikasi berbagai kelemahan dan tantangan yang dihadapi dalam implementasinya. Pembahasan difokuskan pada aspek kebijakan, praktik pendidikan, dan respons lembaga pendidikan Islam terhadap dinamika sosial yang terus berkembang.<br />Lebih lanjut, artikel ini menguraikan dampak kebijakan pemerintah terhadap keberlangsungan dan kualitas pendidikan Islam di Malaysia. Kebijakan tersebut mencakup dukungan regulasi, pendanaan, serta penguatan sumber daya manusia dalam bidang pendidikan Islam. Di sisi lain, pendidikan Islam juga dihadapkan pada tantangan globalisasi, modernisasi, dan perkembangan teknologi yang menuntut adanya inovasi dalam metode pembelajaran tanpa menghilangkan nilai-nilai dasar ajaran Islam.<br />Hasil kajian menunjukkan bahwa pendidikan Islam memberikan kontribusi yang signifikan dalam penanaman nilai moral, disiplin, tanggung jawab sosial, serta pembentukan identitas keislaman generasi muda. Meskipun demikian, diperlukan upaya berkelanjutan dari negara, lembaga pendidikan, dan masyarakat untuk mengatasi berbagai tantangan yang ada. Dengan sinergi yang kuat, pendidikan Islam di Malaysia diharapkan mampu terus berperan sebagai fondasi utama dalam membangun generasi muda yang berkarakter, berdaya saing, dan berlandaskan nilai-nilai Islam.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Literasiologihttps://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1109PEMANFAATAN KAIN PERCA SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN PRODUK KERAJINAN TANGAN YANG BERNILAI EKONOMIS BERSAMA MASYARAKAT KABUPATEN MUARO JAMBI2026-02-10T04:15:11+00:00Emmi Kholilah Harahapemmiharahap57@gmail.com<p>Limbah kain perca kerap kali menjadi permasalahan lingkungan karena banyakanya industri konveksi yang hanya membiarkan limbah kain perca menumpuk. Pemanfaatan kain perca merupakan salah satu kegiatan yang mendukung program pemerintah tentang pengolahan sampah dengan menggunakan system 3R. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan ABCD. Asset-based community development (ABCD) dianggap sebagai pendekatan yang tepat untuk persoalan diatas. Hal ini karena ABCD merupakan sebuah pendekatan dalam pengembangan masyarakat yang berada dalam aliran besar mengupayakan terwujudkan sebuah tatanan kehidupan sosial dimana masyarakat menjadi pelaku dan penentu upaya pembangunan di lingkungannya atau yang seringkali disebut dengan Community-Driven Development (CDD). Kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam dua tahap yaitu; 1). Penyuluhan mengenai pentingnya pengolahan limbah kain perca, 2). Tutorial mengolah limbah kain percatersebut menjadi produk yang lebih bermanfaat yaitu kain keset, kain alas makanan, kain lap tangan, brus jilbab dengan berbagai model, hiasan dinding. Sehingga melalui kegiatan pengabdian ini ibu-ibu desa simpang sungai Duren dapat memahami pentingnya pengelolan limbah kain perca dan memiliki keterampilan untuk mengolahlimbah tersebut menjadi produk yang bernilai ekonomis dan jika dipsarkan dengan baik akan menambah pendapat dan dapat membantu ekonomis masyakat di desa Simpang Sungai Duren.</p>2026-02-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Literasiologihttps://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1097Jenis-jenis Asesmen dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar (kajian literatur)2025-12-22T14:17:29+00:00Rizki Satriantosatriantorizki16@gmail.comEmmi Kholilah HarahapEmmiharahap57@gmail.comMuhammad Taqiyuddintaqiyuddin1402@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif macam-macam asesmen yang digunakan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode kajian literatur (library research). Sumber data diperoleh dari artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2023–2025 dan relevan dengan topik asesmen, evaluasi pembelajaran, serta pendidikan agama Islam di Sekolah Dasar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran, seleksi, dan analisis terhadap artikel-artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahap reduksi data, pengelompokan jenis asesmen, dan sintesis temuan penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa asesmen dalam pembelajaran PAI di Sekolah Dasar meliputi asesmen formatif, asesmen sumatif, asesmen dagnostik, asesmen autentik, penilaian sikap, asesmen kognitif, serta asesmen psikomotorik. Literatur menegaskan bahwa asesmen formatif dan autentik memiliki peran dominan dalam mendukung pembelajaran PAI yang berorientasi pada pembentukan karakter dan internalisasi nilai-nilai keislaman. Selain itu, asesmen diagnostik berfungsi penting dalam memetakan kemampuan awal siswa, sedangkan asesmen sumatif digunakan untuk mengevaluasi ketercapaian capaian pembelajaran. Kajian ini menyimpulkan bahwa asesmen PAI yang efektif di Sekolah Dasar harus bersifat holistik dan integratif agar mampu mengukur perkembangan peserta didik secara menyeluruh pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan keagamaan</p>2025-12-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Literasiologihttps://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1093Peran Guru Sebagai Figur Psikologis dalam Pengembangan Kematangan Berpikir dan Sosial Peserta Didik di Era Digital di MTS N 1 LEBONG2025-12-21T02:01:30+00:00Meza Tiaramezatiara09@gmail.comHartini Hartinihartini@iaincurup.ac.idIdi Warsah Idi Warsahidiwarsah@iaincurup.ac.idPrihantoro Prihantoro prihantoro@iaincurup.ac.id<p>Perkembangan teknologi digital memengaruhi kondisi psikologis dan sosial peserta didik di tingkat pendidikan menengah. Paparan media digital yang berlebihan berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti kecanduan gawai, tekanan perbandingan sosial, menurunnya empati, serta lemahnya kemampuan reflektif dan pengendalian diri. Kondisi ini menuntut guru tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai figur psikologis yang mampu memberikan pendampingan emosional, bimbingan berpikir, dan keteladanan sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru sebagai figur psikologis dalam membentuk kematangan berpikir dan kematangan sosial peserta didik di era digital serta mengkaji penerapan perspektif psikologi pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan dilaksanakan di Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 Lebong. Subjek penelitian meliputi guru Pendidikan Agama Islam, guru Bimbingan dan Konseling, serta peserta didik yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai figur psikologis melalui komunikasi empatik, penciptaan lingkungan belajar yang aman, pendekatan dialogis, serta keteladanan sikap. Peran tersebut berkontribusi pada peningkatan kematangan berpikir dan sosial peserta didik dalam menghadapi tantangan era digital.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Literasiologihttps://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1091Peran Psikologi Pendidikan Islam dalam Membentuk Kemandirian Santri di Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong2025-12-21T01:53:31+00:00Jamil Setiawanjamilsetiawan999@gmail.comHartini Hartinihartini@iaincurup.ac.idIdi Warsahidiwarsah@iaincurup.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Psikologi Pendidikan Islam dalam membentuk kemandirian santri di Pesantren Darul Ma’arif NU Rejang Lebong. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam memiliki karakteristik unik dalam membina kepribadian santri melalui integrasi nilai-nilai keislaman, pembiasaan disiplin, dan kehidupan komunal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap kyai, ustadz/ustadzah, pengurus pesantren, serta santri. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Psikologi Pendidikan Islam berperan signifikan dalam membentuk kemandirian santri melalui proses internalisasi nilai-nilai Islam, latihan disiplin dan riy??ah, keteladanan kyai dan ustadz sebagai model psikologis dan spiritual, serta dukungan lingkungan sosial pesantren yang kondusif. Integrasi aspek psikologis dan spiritual dalam pendidikan pesantren mendorong tumbuhnya regulasi diri, tanggung jawab, dan kemampuan santri dalam mengelola kehidupan sehari-hari secara mandiri. Penelitian ini menegaskan bahwa pendekatan Psikologi Pendidikan Islam yang holistik dan kontekstual efektif dalam membentuk karakter kemandirian santri, serta relevan sebagai landasan pengembangan pendidikan karakter di pesantren.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Literasiologihttps://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1095Pengembangan Bahan Ajar E-Modul Berbasis Flipbook pada Materi OJK untuk Meningkatkan Hasil Belajar2025-12-21T12:44:21+00:00Debi Irama Iramadebiirama95@gmail.comFairus Auliaauliafairus960@gmail.comJamil Setiawanjamil.setiawan@gmail.comPrihantoro Prihantoroprihantoro@iaincurup.ac.idKurniawan Kurniawankurniawan@iaincurup.ac.idKarliana Indrawarikarlianaindrawari@gmail.com<p>Penelitian ini dilatar belakangi terbatasnya sumber belajar dan kurangnya pemahaman peserta didik pada mapel ekonomi sehingga hasil belajar belum mencapai ketuntasan klasikal. Tujuan penelitian pengembangan ini untuk mengetahui (1) kelayakan bahan ajar e-modul, (2) kepraktisan bahan ajar e-modul, (3) keefektifan bahan ajar e-modul, (4) respon peserta didik terhadap bahan ajar e-modul, (5) hasil belajar peserta didik setelah penggunaan e-modul. Penelitian ini menggunakan model 4D dilakukan hanya sampai pada tahap pengembangan (develop). Hasil penelitian berupa produk bahan ajar e-modul pada materi otoritas jasa keuangan dengan output link dan qr code berbantuan website flipbook maker secara online. Berdasarkan rata- rata hasil validasi oleh para ahli E-Modul dikatakan sangat layak dan mendapatkan respon baik dari peserta didik. Peningkatan hasil belajar yang diukur menggunakan Gain Score dan uji T-Test menunjukkan kelas eksperimen telah mencapai ketuntasan klasikal sedangkan kelas kontrol belum tercapai serta terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar kelas eksperimen dan kontrol. Sehingga dengan diciptakannya e- modul berbasis flipbook dapat membuat peserta didik mudah untuk memahami materi yang diberikan karena didesain secara praktis serta dapat menambah pengetahuan baru bagi peserta didik dalam proses pembelajaran.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Literasiologihttps://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1088Model Pembelajaran PAI Berbasis Pembelajaran Mendalam (Deep Learning): Kajian Psikologi Pendidikan (Studi di SDIT Bin Baz)2025-12-21T01:24:21+00:00Rizki Satriantosatriantorizki16@gmail.comBeni Azwarbeniazwar@iaincurup.ac.idSyamsul Rizalsyamsulrizal529@gmail.comMina Hikassaniaminahikassania@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penerapan model Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDIT Bin Baz dan mengkaji dampaknya dari perspektif psikologi pendidikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data dikumpulkan melalui observasi kelas, wawancara dengan guru, kepala sekolah, dan siswa, serta dokumentasi perangkat pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran yang mengintegrasikan refleksi, diskusi, proyek keagamaan, dan keterampilan abad 21 mampu menciptakan proses belajar yang aktif, kritis, dan kontekstual. Pelaksanaan pembelajaran menggunakan strategi Project Based Learning, Problem Solving, diskusi nilai, dan refleksi spiritual, sehingga siswa dapat menginternalisasi nilai akhlak, meningkatkan kemampuan berpikir kritis, serta mengembangkan keterampilan sosial dan akademik. Kesimpulannya, integrasi prinsip Pembelajaran Mendalam dengan psikologi pendidikan menghasilkan pembelajaran PAI yang bermakna, kontekstual, dan efektif dalam membentuk karakter, spiritualitas, dan akhlak siswa.</p>2025-12-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Literasiologihttps://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1103PERAN ARTIFICIAL INTELLIGENCE (AI) PERPLEXITY SEBAGAI MEDIATOR DIGITAL DALAM PEMBENTUKAN KEBIASAAN LITERASI MAHASISWA PAI IAIN CURUP ANGKATAN 20222025-12-30T12:57:27+00:00Gunawan Saputragunawanmhs@iaincurup.ac.idSalsabilasalsabila.iaincurup21@gmail.comYogi SumantriYogisumantri22@gmail.comAndini Putri Wijayaputadin21@gamil.comMirzon Daherimirzondaheri@iaincurup.ac.idHendra Harmihendra.harmi@iaincurup.ac.id<p>Penelitian ini menganalisis peran Artificial Intelegence (AI) Perflexity sebagai mediator digital dalam membentuk kebiasaan literasi mahasiswa PAI IAIN Curup angkatan 2022. Dengan kemajuan pesat teknologi AI, mahasiswa kini memiliki akses cepat terhadap informasi melalui platform seperti Perflexity AI, yang berpotensi mengubah pola literasi tradisional. Penelitian kualitataif ini menggunakan wawancara dengan sepuluh mahasiswa untuk memahami bagaimana mereka menggunakan Perflexity AI dalam kegiatan akademik, mencari referensi, dan menyusun karya ilmiah. Hasil menunjukkan bahwa Perflexity AI sebagai mediataor kognitif yang memengaruhi cara mahasiswa berinteraksi dengan pengetahuan, sekaligus menyoroti pentingnya keseimbangan antara efisiensi teknologi dan nilai-nilai spiritual Islam, serta etika keilmuan. Penelitian ini menyimpulkan pentingnya mengembangkan “AI Literacy Islami” yang mengintegrasikan literasi digital dengan tanggung jawab moral dan kesadaran spiritual untuk menciptakan generasi pembelajar yang beradab dan kritis. Pendekatan ini bertujuan untuk menyeimbangkan efisiensi teknologi dengan tanggung jawab moral dan etika keilmuan, sehingga AI dapat berfungsi sebagai mediator reflektif yang mendukung pembentukan pelajar yang beradab dan kritis di era digital, dan bukan sekedar alat yang menyebabkan cognitive outsourching.</p>2025-12-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2025 Jurnal Literasiologi