Jurnal Literasiologi https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi <p style="align: justify;">Mempublikasikan hasil diskusi literasi, penelitian literasi tentang ke-Indonesian; pendidikan, sosial dan budaya yang ada di Indonesia, atau pendidikan, sosial budaya Indonesia yang ada di dunia Internasional, suatu hal yang sangat menarik untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia, dengan tradisi dan kehidupan pendidikan, sosial yang ramah dan damai walaupun hidup dengan keberagaman, kemajemukan semua dibingkai dengan persatuan dan kesatuan “bhineka tunggal ika” yang tertulis dan terpublish.</p> Yayasan Literasi Kita Indonesia en-US Jurnal Literasiologi 2656-3320 KEGIATAN MEROBEK DENGAN MEDIA KERTAS DAPAT MENINGKATKAN KETERAMPLAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA DINI DI KELOMPOK B TK PERTIWI I KOTA JAMBI https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/38 <p class="western" style="text-indent: -1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus melalui kegiatan menggunting dengan berbagai media pada anak usia dini di kelompok B TK Pertiwi I Kota Jambi Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif yang dilaksanakan dalam 2 siklus. </span></span></p> <p class="western" style="text-indent: -1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> Peningkatan kemampuan motorik halus dikatakan berhasil apabila persentase kemampuan motorik halus anak mencapai 80% dengan kriteria baik. Hasil penelitian keterampilan motorik halus Pra Tindakan kriteria kurang baik dengan nilai rata-rata keterampilan motorik halus sebesar 47.3%. Hasil penelitian Siklus I kriteria cukup dengan nilai rata-rata keterampilan motorik halus sebesar 62.2%. Setelah dilakukan tindakan pada siklus I telah berhasil meningkatkan keterampilan motorik halus tetapi belum mencapai indikator keberhasilan sehingga diperlukan siklus selanjutnya. </span></span></p> <p class="western" style="text-indent: -1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> Hasil Siklus II pencapaian kriteria baik dengan nilai rata-rata keterampilan motorik halus sebesar 84.1%. Peningkatan ini diperoleh melalui kegiatan menggunting dengan berbagai media dengan langkah-langkah pembelajaran yaitu: (1).menyiapkan media dan alat yang digunakan di kegiatan merobek dan menggunting, (2).memberikan contoh cara menggunting sesuai pola gambar, (3).membagikan media dan alat yang digunakan dalam kegiatan merobek dan menggunting secara proporsional untuk setiap kelompok, (4).anak diperkenankan melakukan kegiatan menggunting dengan berbagai media sesuai dengan contoh yang diberikan oleh guru. </span></span></p> Samsidar Copyright (c) 2019 Jurnal Literasiologi 2019-07-09 2019-07-09 2 2 15 15 KEGIATAN BERCERITA DENGAN BUKU CERITA BERGAMBAR DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBAHASA PADA ANAK USIA DINI KELOMPOK B TK AL FALAH KOTA JAMBI https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/39 <p class="western" style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan memb</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><span lang="en-US">a</span></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">ca dengan menggunakan media kartu huruf pada anak kelompok B di TK PertiwiII Kota Jambi. Kemampuan membaca yang ditingkatkan ialah menyebutkan Penelitian ini dilakukan karena adanya permasalahan dalam kemampuan membaca awal di kelompok B. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti dengan guru kelas. </span></span></p> <p class="western" style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> Subjek penelitian ini sebanyak 17 anak. Obyek penelitian dalam penelitian ini adalah peningkatan kemampuan mengenal huruf menggunakan media kartu kata. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu instrumen observasi daftar cek (check List).Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik deskriptif kuantitatif. </span></span></p> <p class="western" style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca anak kelompok B di TK Pertiwi II Kota Jambi dapat ditingkatkan menggunakan media kartu huruf dalam proses pembelajaran permainan tebak huruf pada kartu angka dengan cara masing-masing anak membawa/memegang kartu angka secara langsung dan memainkannya sesuai instruksi guru yaitu menyebutkan huruf, menunjukkan huruf, dan menghubungkan huruf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan kemampuan membaca awal yaitu pada kondisi awal sebesar 29,2% meningkat pada Siklus I menjadi 58,3% , dan Siklus II meningkat sebesar 83,3%.</span></span></p> Suryani Copyright (c) 2019 Jurnal Literasiologi 2019-07-09 2019-07-09 2 2 15 15 PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI METODE PEMBERIAN TUGAS DALAM KEGIATAN MERONCE DENGAN MEDIA BAHAN ALAM DI KELOMPOK B TK AL FALAH KOTA JAMBI https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/40 <p class="western" style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan motorik halus melalui kegiatan meronce. Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah pembelajaran meronce masih belum tercapainya target sesuai dengan kriteria ketuntasan pembelajaran 80 % disebabkan oleh pembelajaran yang kurang menarik minat belajar anak. </span></span></p> <p class="western" style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> Hasil dari penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran motorik halus dengan meronce menggunakan media alam dapat memotivasi dan meningkatkan hasil belajar anak di Kelompok B TK Al Falah Kota Jambi. Hal ini dapat dilihat dalam Prasiklus, hasil yang dicapai anak yang Anak mampu mengerjakan sendiri tanpa bantuan guru (Tuntas) 8%, sedang anak yang Anak mampu mengerjakan sendiri dengan sedikit bantuan guru (Cukup) 12%, Anak dalam mengerjakan selalu meminta bantuan guru / anak yang tidak mau mengerjakan tugas (Belum Tuntas) 80%. </span></span></p> <p class="western" style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> Siklus I dengan hasil yang dicapai anak yang Anak mampu mengerjakan sendiri tanpa bantuan guru (Tuntas) 16%, sedang anak yang Anak mampu mengerjakan sendiri dengan sedikit bantuan guru (Cukup) 36%, Anak dalam mengerjakan selalu meminta bantuan guru / anak yang tidak mau mengerjakan tugas (Belum Tuntas) 48%. </span></span></p> <p class="western" style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> Dalam siklus II peneliti menggunakan bahan alam berupa pelepah daun singkong, hasilnya dapat dilihat bahwa kemampuan belajar anak yang meningkat secara signifikan hasil belajar anak dari siklus I terhadap siklus II, anak anak yang anak mampu mengerjakan sendiri tanpa bantuan guru (Tuntas) 80%, sedang anak yang mampu mengerjakan sendiri dengan sedikit bantuan guru (Cukup) 8%, Anak dalam mengerjakan selalu meminta bantuan guru / anak yang tidak mau mengerjakan tugas (Belum Tuntas) menjadi 12 %</span></span>.</p> HELMIWATI Copyright (c) 2019 Jurnal Literasiologi 2019-07-09 2019-07-09 2 2 UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL LAMBANG BILANGAN DAN BERHITUNG PERMULAAN MELALUI PERMAINAN MEDIA KARTU ANGKA PADA KELOMPOK B DI TK PERTIWI I KOTA JAMBI https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/41 <p class="western" style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang upaya meningkatkan kemampuan mengenal angka melalui media kartu angka. Metode penelitian yang digunakan deskriptif dengan bentuk Penelitian Tindakan Kelas. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 17 anak. Hasil analisa data bahwa: 1) perencanaan pembelajaran seperti menentukan bahan pelajaran dan merumuskan tujuan, mengembangkan dan mengorganisasikan media pembelajaran, merencanakan pengelolaan kelas, dan menyiapkan alat penilaian rencana pembelajaran</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><span lang="en-US">, </span></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">2) langkah pembelajaran antara lain: melakukan pembelajaran, melaksanakan penilaian proses dan hasil belajar, 3) peningkatan kemampuan dengan indikator : menyebutkan angka 1-10, menunjukkan angka 1-10, dan mengurutkan angka 1-10 dalam mengenal konsep bilangan dan lambang bilangan pada anak usia dini dengan menggunakan media kartu angka di TK Pertiwi I Kota Jambi yaitu anak mengenal angka 1-10 mencapai 93%.</span></span></p> SUCIATI Copyright (c) 2019 Jurnal Literasiologi 2019-07-09 2019-07-09 2 2 16 16 PENGGUNAAN BALOK ANGKA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK PERTIWI KOTA JAMBI https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/42 <p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify">Anak usia dini adalah salah satu pewaris dari pada setiap bangsa, Anak merupakan aset bangsa, sebagai pewaris dan sekaligus sebagai generasi pelangsung cita-cita perjuangan bangsa. Mereka perlu dipersiapkan demi kelangsungan eksistensi bangsa dan negara di masa mendatang. Oleh sebab itulah perlu dipersiapkan agar anak dapat tumbuh dan berkembang dengan sebaik-baiknya sehingga kelak menjadi orang dewasa yang sehat, baik secara fisik, mental, maupun sosial-emosionalnya. Untuk mencapai hal itu harus ada upaya pengembangan potensi yang dimilikinya secara optimal agar menjadi sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan.</p> <p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify">Secara kuantitatif jumlah anak usia dini di Indonesia sangat besar. Mereka merupakan generasi penerus bangsa yang harus mendapat perhatian serius. Kesadaran dan komitmen terhadap perkembangan yang terjadi pada anak usia dini harus menjadi pokok pikiran kita bersama, hal ini tentu tak lepas dari peran orang tua, guru, lingkungan sekitar anak.</p> <p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify">Pada saat ini Taman kanak – kanak yaitu jenjang pendidikan anak usia dini telah menjadi sebuah jalur formal bagi anak untuk mengembangkan setiap aspek kepribadiannya baik dari perkembangan bahasa anak, motorik halus, motorik kasar, kognitif, sains dan lainnya lagi , hal ini tentu membuat kita menyadari bahwa pendidikan itu tak hanya dimulai dari Sekolah Dasar tapi dari sejak anak dilahirkan di dunia ini.</p> <p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify">Upaya peningkatan kualitas pendidik tentunya akan menyebabkan meningkat pula kualitas peserta didiknya, hal ini dikarenakan pendidikan anak usia dini menitikberatkan peletakan dasar pertumbuhan serta perkembangan fisik, kecerdasan, sosial emosional, bahasa dan komunikasi.</p> <p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify">Salah satu perkembangan yang harus berada pada anak adalah perkembangan kognitif, yaitu kemampuan untuk menghubungkan, menilai, dan mempertimbangkan suatu kejadian atau peristiwa. Proses kognitif berhubungan dengan tingkat kecerdasan (inteligensi) yang menandai seorang dengan berbagai minat terutama sekali ditujukan kepada ide-ide dan belajar. Perkembangan kognitif juga dimaksudkan agar anak mampu melakukan ekplorasi terhadap dunia sekitar melalui panca indranya. Dengan pengetahuan yang diperolehnya , anak akan dapat melangsungkan hidupnya dan menjadi manusia yang utuh sesuai dengan kodratnya sebagai makhluk tuhan yang harus memberdayakan apa yang ada di dunia ini untuk kepentingan dirinya dan orang lain.</p> <p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify">Kemampuan kognitif sangat diperlukan peserta didik dalam pendidikan. Perkembangan kognitif merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam perkembangan peserta didik. Kita ketahui bahwa peserta didik merupakan objek yang berkaitan langsung dengan proses pembelajaran, sehingga perkembangan kognitif sangat menentukan keberhasilan peserta didik dalam sekolah. Dalam perkembangan kognitif di sekolah, guru sebagai tenaga kependidikan yang bertanggung jawab dalam melaksanakan interaksi edukatif dan pengembangan kognitif peserta didik, perlu memiliki pemahaman yang sangat mendalam tentang perkembangan kognitif pada anak didiknya.</p> <p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify">Dari hasil observasi kendala yang sering terjadi di TK Pertiwi Kota Jambipeneliti menemukan beberapa masalah yang berkaitan dengan perkembangan kognitif anak. Pada umumnya masalah yang dialami anak usia Taman Kanak-kanak berawal dari ketidakmampuan menangkap dan memahami dengan baik dikarenakan kurangnya konsentasi atau pemusatan perhatian anak, hal ini ditandai dengan adanya beberapa kondisi berikut. <em>Pertama, </em>disaat proses belajar anak melakukan aktivitas fisik yang berlebihan. <em>Kedua</em>, anak kesulitan ketika melaksanakan tugas-tugas yang membutuhkan ketekunan berkesinambungan, sehingga anak cenderung kepada menghindari dan menolak melakukan kegiatan tersebut. <em>Ketiga</em>, anak sulit untuk mempertahankan pusat perhatian pada waktu bermain ( perhatian anak mudah teralihkan ).</p> <p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify">Mengingat masalah diatas, apabila tidak segera diatasi maka akan berkibat munculnya masalah-masalah baru seperti anak akan semakin kesulitan menerima materi berikutnya, dan sangat mempengaruhi kemampuan berpikir anak pada tahap perkembangan selanjutnya yang bisa dimungkinkan juga mempengaruhi hubungan sosial anak dengan orang lain.</p> <p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify">Dalam usaha menanggulangi masalah tersebut, mendorong peneliti untuk melakukan penelitian terhadap minat dan reaksi anak dengan media pembelajaran menggunakan balok angka.</p> <p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 150%;" align="justify">Selain hal itu tentunya peneliti melakukan proses tanya jawab interaktif yang memungkinkan anak untuk mengembangkan imajenasinya pula sehingga peneliti berharap menghasilkan pembelajaran yang efektif, berkualitas, dan menarik minat anak untuk mengikuti pembelajaran sehingga perkembangan yang ingin dicapai dapat terlaksana sesuai harapan.</p> Ade Hasendra Copyright (c) 2019 Jurnal Literasiologi 2019-07-09 2019-07-09 2 2 UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENGENAL ANGKA MELALUI MEDIA KARTU ANGKA PADA ANAK KELOMPOK B TAMAN KANAK-KANAK (TK) ISLAM FATMAWATI KECAMATAN TELANAI PURA KOTA JAMBI https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/43 <p class="western" style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang penulis lakukan berkaitan dengan masalah yang dihadapi baik oleh guru maupun anak, yaitu bagaimana meningkatkan kemampuan anak mengenal angka melalui media kartu angka. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah ingin mengetahui kemampuan anak dalam mengenal angka melalui media kartu angka, agar lebih menarik dan menyenangkan.&nbsp;Sumber data penelitian ini adalah anak TK </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><span lang="en-US">Islam Fatmawati </span></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">sejumlah 21 </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><span lang="en-US">orang </span></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">anak. Waktu penelitian pada semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian dilakukan selama 3 bulan dari bulan Januari s/d Maret 2019. Data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif adalah data yang diperoleh dari hasil tes formatif pada setiap siklus. Sedangkan data kualitatif berupa hasil observasi pada tiap siklus pembelajaran. </span></span></p> <p class="western" style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Data yang diperoleh kemudian di</span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><span lang="en-US">analisa guna untuk mengetahui</span></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"> tingkat penguasaan anak terhadap lambang bilangan 1-10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan anak mengenal angka melalui media kartu angka pada anak kelompok B dengan metode selain media kartu angka pada studi awal: anak yang belum mampu mengenal angka sebanyak 16 orang (76,19%), anak yang mulai mengenal angka 3 orang (14,29%) dan anak yang telah mengenal angka 2 orang (9,52%). </span></span></p> <p class="western" style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Setelah menggunakan media kartu angka pada siklus I dan II, diketahui bahwa:1) anak yang tidak mampu mengenal angka 0 orang (0%), 2) anak yang mulai mampu mengenal angka berjumlah 3 orang (14,29%), 3) anak yang sudah mampu mengenal angka berjumlah 18 orang (85,71%).</span></span></p> Megawati Copyright (c) 2019 Jurnal Literasiologi 2019-07-09 2019-07-09 2 2 15 15 UPAYA MENINGKATKAN KEDISIPLINAN GURU DALAM MENGAJAR DI KELAS MELALUI PENERAPAN REWARD AND PUNISHMENT DI TK MUTIARA IBU KOTA JAMBI https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/44 <p style="text-indent: 1.27cm; margin-top: 0.21cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah adalah kedisiplinan guru dalam mengajar. Dalam Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini, penulis mencoba menerapkan tindakan </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><em>Reward and Punishment </em></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">untuk para guru di TK Mutiara Ibu Kota Jambi. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi kegiatan (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan dan (4) Refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><em>Reward </em></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">dan </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><em>Punishment </em></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">efektif untuk meningkatkan kedisiplinan guru dalam mengajar dikelas. Setelah diadakan penerapan tindakan berupa </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><em>Reward </em></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">dan </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><em>Punishment</em></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">, guru yang terlambat lebih dari 15 menit adalah 0, dan guru yang terlambat kurang dari 10 menit sebanyak 18 orang guru.</span></span></p> LASMITA Copyright (c) 2019 Jurnal Literasiologi 2019-07-09 2019-07-09 2 2 17 17 PENINGKATAN PROFESIONALITAS GURU DALAM PEMANFAATAN LINGKUNGAN SEKOLAH SEBAGAI SUMBER BELAJAR MELALUI DISKUSI KELOMPOK KERJA GURU (KKG) TK ISLAM TERPADU AL AZKA https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/45 <p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" align="justify"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Cambria, serif;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Times New Roman, serif;">Penelitian tindakan sekolah (PTS) ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan profesionalitas guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di TK Islam Terpadu Al Azka Kota Jambi yang terdiri darienam orang guru.</span></span></span></span></p> <p style="text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" align="justify"><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Cambria, serif;"><span style="font-size: medium;"><span style="font-family: Times New Roman, serif;">Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dan menggunakan format observasi, instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif yang hasilnya adalah pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh adalah 79,38, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84,88. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembinaan dan bimbingan melalui pendekatan diskusi kelompok kerja guru dapat meningkatkan profesionalitas guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar bagi guru-guru di TK Islam Terpadu Al Azka.</span></span></span></span></p> HASNAH Copyright (c) 2019 Jurnal Literasiologi 2019-07-09 2019-07-09 2 2 17 17 UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI GURU DALAM MENYUSUN RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN HARIAN MELALUI BIMBINGAN BERKELANJUTAN DI TK NEGERI PEMBINA 2 KOTA JAMBI https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/46 <p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><span lang="id-ID">Salah satu tugas guru adalah mengajar dan mendidik serta menjadi contoh tauladan bagi anak didiknya. Jadi dengan demikian guru harus terus meningkatkan cara mengajar dan mendidik anak didiknya sehingga menjadi lebih baik. Rumusan maslaah dari penelitian ini </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><span lang="id-ID">Apakah dengan bimbingan berkelanjutan akan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun </span></span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><span lang="id-ID">RKM dan RKH di </span></span></span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><span lang="id-ID">TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi</span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><span lang="id-ID"> ?</span></span></span></span></p> <p style="text-indent: 0.75cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><span lang="id-ID">Tujuan dari penelitian ini adalah </span></span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><span lang="id-ID">meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran melalui bimbingan berkelanjutan di sekolah tempat peneliti bekerja.</span></span></span></span></p> <p style="margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><span lang="id-ID">Dimana perkembangan anak harus di kembangkan, karena perkembangannya akan menentukan untuk perkembangan selanjutnya, dengan demikia guru harus meningkatkan cara mengajarnya dengan menyusun renacana program pembelajaran agar menjadi guru yang fropesional.</span></span></span></p> <p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Penelitian ini menggunakan metode </span></span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><span lang="id-ID">siklus, di mana siklus ini di bagi menjadi dua tahapan. Siklus pertama dengan memberi panjelasan dan guru diberi kesempatan untuk membuat RKH dan RKM sendiri, kemudian di lanjutkan dengna siklus yang ke dua, dimana guru sudah muli bida dan mampu membuat RKH dan RKM dengna baik sesuai dengan yang di minta..</span></span></span></p> <p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><span lang="id-ID">Hasil penelitian yang di lakukan melalui siklus ternyata guru-guru di TK Pembina 2 kota Jambi telah mampu membuat RKH dan RKM sendiri, dengan hasil &gt; 90 %.</span></span></span></p> <p style="text-indent: 0.95cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><span lang="id-ID">Kesimpulan dari penelitian ini adalah</span></span></span><span lang="id-ID"> dengan memberikan bimbingan berkelanjutan kepada guru-guru di </span><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><span lang="id-ID">TK Negeri Pembina 2 Kota Jambi dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RKH dan RKM.</span></span></span></p> SITI AISYAH Copyright (c) 2019 Jurnal Literasiologi 2019-07-09 2019-07-09 2 2 17 17 PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA TERHADAP PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ANAK-ANAK DI TAMAN KANAK-KANAK AS-SALAM KECAMATAN. ALAM BARAJO KOTA JAMBI https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/47 <p class="western" style="margin-left: 0cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" lang="id-ID" align="justify"><a name="_GoBack"></a> <span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Pola asuh orang tua sangat mempengaruhi setiap kepribadian yang telah terbentuk. Segala gaya atau model pengasuhan orang tua akan membentuk suatu kepribadian yang berbeda-beda sesuai apa yang telah diajarkan oleh orang tua. Orang tua merupakan lingkungan pertama bagi anak yang sangat berperan penting dalam setiap perkembangan anak khususnya perkembangan kepribadian anak. Oleh karena itu, diperlukan cara yang tepat untuk mengasuh anak sehingga terbentuklah suatu kepribadian anak yang diharapkan oleh orang tua sebagai harapan masa depan.</span></span></p> <p class="western" style="margin-left: 0cm; text-indent: 1.27cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" lang="id-ID" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Dalam pengasuhan anak orang tua harus mamperhatikan tingkat perkembangan anak. Semua perilaku orang tua yang baik atau buruk akan ditiru oleh anak, oleh karena itu perlunya orang tua untuk menjaga setiap perilakunya sehingga anak akan meniru sikap positif dari orang tua. Pola asuh orang tua harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi anak pada saat itu, ada kalanya orang tua bersikap demokratis, ada kalanya juga harus bersikap otoriter, ataupun bersikap permisif. </span></span></p> Lidarnita Copyright (c) 2019 Jurnal Literasiologi 2019-07-09 2019-07-09 2 2 15 15 Manajemen Mutu Sekolah Melalui Pelaksanaan dan Pengawasan Program Kerja https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/48 <p class="western" style="text-indent: 1.25cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Manajemen mutu sekolah diantaranya dapat dilihat dari pelaksanaan dan pengawasan program kerja yang dilaksanakan. Manajemen mutu dimulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai kepada pengawasan sehingga dapat diketahui sampai dimana tahap pencapaiannya. </span></span><span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Pelaksanaan program sekolah meliputi penyusunan pedoman sekolah, pembuatan struktur organisasi sekolah dan pelaksanaan kegiatan sekolah. </span></span></span></p> <p class="western" style="text-indent: 1.25cm; margin-bottom: 0cm; line-height: 100%;" align="justify"><a name="_GoBack"></a> <span style="color: #000000;"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;">Pedoman sekolah meliputi kurikulum. kalender pendidikan/akademik, struktur organisasi sekolah, pembagian tugas mengajar guru, pembagian tugas tenaga kependidikan, peraturan akademik, tata tertib sekolah, kode etik sekolah, dan biaya operasional sekolah. Pada pelaksanaan kegiatan sekolah terbagi dalam delapan bidang, yaitu bidang kesiswaan, kurikulum dan pembelajaran, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, keuangan dan pembiayaan, budaya dan lingkungan, peran hubungan masayarakat dan kemitraan, serta bidang lain yang berfungsi sebagai peningkatan dan pengembangan mutu. Setelah pelaksanaan program sudah dilaksankan, kemudian proses pengawasan, untuk menngecek dan segera memperbaiki, sehingga mutu program dapat terjaga.</span></span></span></p> Sumarto Sumarto Emmi Kholilah Harahap Kasman Copyright (c) 2019 Jurnal Literasiologi 2019-07-09 2019-07-09 2 2 13 13