Jurnal Literasiologi https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi <p style="align: justify;">Mempublikasikan hasil diskusi literasi, penelitian literasi tentang ke-Indonesian; pendidikan, sosial dan budaya yang ada di Indonesia, atau pendidikan, sosial budaya Indonesia yang ada di dunia Internasional, suatu hal yang sangat menarik untuk memperkenalkan Indonesia ke seluruh dunia, dengan tradisi dan kehidupan pendidikan, sosial yang ramah dan damai walaupun hidup dengan keberagaman, kemajemukan semua dibingkai dengan persatuan dan kesatuan “bhineka tunggal ika” yang tertulis dan terpublish.</p> <p style="align: justify;"> </p> <p style="align: justify;"><strong>E-ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1547246348&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2656-3320</a></strong><br /><strong>P-ISSN: <a href="http://issn.pdii.lipi.go.id/issn.cgi?daftar&amp;1596369821&amp;1&amp;&amp;" target="_blank" rel="noopener">2745-5440</a></strong></p> en-US sumarto@literasikitaindonesia.com (Dr. Sumarto, S.Pd, M.Pd) admin@literasikitaindonesia.com (Ade Indra Saputra, M.Kom) Thu, 04 Jun 2026 17:33:25 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 ANALSISI KOMPREHENSIF HUKUM PERKAWINAN PERBANDINGAN ANTARA HUKUM ISLAM, SIPIL DAN ADAT https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1129 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan hukum perkawinan dalam perspektif hukum Islam, hukum sipil, dan hukum adat di Indonesia. Ketiga sistem hukum ini hidup berdampingan dalam masyarakat dan mencerminkan pluralisme hukum. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum perkawinan Islam menekankan aspek keabsahan agama, hukum sipil menitikberatkan pada kepastian hukum dan administrasi negara, sedangkan hukum adat berlandaskan nilai-nilai budaya lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan harmonisasi antara ketiga sistem hukum tersebut agar tercipta keadilan dan kepastian hukum dalam praktik perkawinan.</p> Yuriza Mei Raseli Raseli, Y.S. Tenra Septu Amin, Fiqhan Hakim, Rufia Rufia, Fahrizal Harahap Copyright (c) 2026 Jurnal Literasiologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1129 Thu, 04 Jun 2026 00:00:00 +0000 Pendekatan Brain-Based Learning dalam Pendidikan Abad 21: Perspektif Neuroscience dan Keterampilan 6C https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1127 <p>Pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki keterampilan 6C sebagai kompetensi utama dalam menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan global. Kondisi tersebut memerlukan pendekatan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Artikel ini bertujuan menganalisis relevansi Brain-Based Learning dalam pendidikan abad ke-21 melalui perspektif educational neuroscience dan pengembangan keterampilan 6C. Penelitian menggunakan metode library research dengan teknik content analysis terhadap berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Brain-Based Learning mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, dan bermakna sesuai dengan cara kerja alami otak. Pendekatan ini berkontribusi terhadap pengembangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, kesadaran sosial, dan pembentukan karakter peserta didik. Perspektif neuroscience juga menunjukkan bahwa emosi, motivasi, perhatian, dan pengalaman belajar berpengaruh terhadap efektivitas pembelajaran. Namun, implementasi Brain-Based Learning masih menghadapi tantangan berupa keterbatasan pemahaman pendidik mengenai neuroscience pendidikan dan keterbatasan fasilitas pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan kompetensi guru dan strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan abad ke-21.</p> Rio Pujangga, Sasi Hanila, M. Azimmullah Ilyas, Sutarto Sutarto, Aida Rahmi Nasution Copyright (c) 2026 Jurnal Literasiologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1127 Thu, 04 Jun 2026 00:00:00 +0000 STRUKTUR OTAK, TINGKAH LAKU MANUSIA, DAN PROSES BELAJAR DALAM PERSPEKTIF NEUROSAINS https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1141 <p>Neurosains merupakan ilmu yang mempelajari sistem saraf dan otak manusia serta hubungannya dengan tingkah laku dan proses belajar. Kajian neurosains dalam pendidikan menjadi penting karena proses belajar berkaitan langsung dengan cara kerja otak dalam menerima, mengolah, dan menyimpan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur otak manusia, tingkah laku manusia, dan proses belajar dalam perspektif neurosains. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan teknik pengumpulan data melalui studi dokumentasi dari berbagai buku dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur otak terdiri atas beberapa bagian utama, yaitu cerebrum, cerebellum, batang otak, dan sistem limbik yang memiliki fungsi berbeda namun saling berkaitan. Tingkah laku manusia dipengaruhi oleh aktivitas sistem saraf, pengalaman, lingkungan, serta kondisi emosional individu. Selain itu, proses belajar terjadi melalui pembentukan koneksi antarneuron di dalam otak yang dipengaruhi oleh perhatian, motivasi, pengulangan, dan suasana belajar. Dengan demikian, pendekatan neurosains dapat membantu pendidik memahami cara kerja otak sehingga proses pembelajaran dapat dirancang lebih efektif, aktif, dan menyenangkan sesuai dengan perkembangan peserta didik.</p> Revan Marhamah, Jerri Sundari, Feni Karya Utami, Sutarto Sutarto, Aida Rahmi Nasution Copyright (c) 2026 Jurnal Literasiologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1141 Thu, 04 Jun 2026 00:00:00 +0000 INTERNALISASI NILAI-NILAI TARBAWI DALAM KERANGKA TEORITIS PENDIDIKAN ISLAM https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1139 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji internalisasi nilai-nilai tarbawi dalam kerangka teoritis pendidikan Islam. Nilai-nilai tarbawi merupakan nilai pendidikan yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadis yang berfungsi membentuk karakter, moral, dan spiritual peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari buku, jurnal, dan literatur ilmiah yang berkaitan dengan pendidikan Islam, internalisasi nilai, dan nilai-nilai tarbawi. Hasil kajian menunjukkan bahwa internalisasi nilai-nilai tarbawi memiliki peranan penting dalam membentuk kepribadian peserta didik yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Proses internalisasi dilakukan melalui keteladanan, pembiasaan, nasihat, dan pengawasan dalam lingkungan pendidikan. Selain itu, guru memiliki peran strategis sebagai teladan dalam menanamkan nilai-nilai Islam kepada peserta didik. Di era modern, internalisasi nilai-nilai tarbawi menjadi semakin penting dalam menghadapi tantangan globalisasi, perkembangan teknologi, dan krisis moral generasi muda. Oleh karena itu, pendidikan Islam perlu memperkuat penerapan nilai-nilai tarbawi secara berkelanjutan agar mampu membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang kuat.</p> Revan Marhamah, M.Hafiz Hidayatullah, Abdulrahman Abdulrahman, Nelson Nelson Copyright (c) 2026 Jurnal Literasiologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1139 Thu, 04 Jun 2026 00:00:00 +0000 Perencanaan Penilaian Dan Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1137 <p>Perencanaan penilaian dan evaluasi pembelajaran merupakan bagian penting dalam proses pendidikan, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Penilaian tidak hanya berfungsi untuk mengukur hasil belajar peserta didik, tetapi juga untuk mengetahui perkembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan teknik penilaian dalam pembelajaran PAI, instrumen evaluasi dan rubrik penilaian, serta penggunaan hasil evaluasi untuk perbaikan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai sumber literatur berupa jurnal ilmiah, buku, dan artikel akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian dalam pembelajaran PAI harus dilakukan secara komprehensif, sistematis, dan berkelanjutan melalui penggunaan berbagai jenis penilaian seperti formatif, sumatif, diagnostik, dan autentik. Selain itu, penggunaan instrumen evaluasi dan rubrik penilaian yang valid dan reliabel sangat menentukan kualitas hasil penilaian. Hasil evaluasi pembelajaran juga memiliki fungsi strategis sebagai dasar dalam memperbaiki strategi pembelajaran, pelaksanaan remedial dan pengayaan, serta peningkatan profesionalisme guru. Dengan demikian, perencanaan penilaian dan evaluasi pembelajaran PAI memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.</p> Jerri Sundari, Feni Karya Utami, Hafidz Hidayatullah, Karliana Indrawari, Kusen Kusen Copyright (c) 2026 Jurnal Literasiologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1137 Thu, 04 Jun 2026 00:00:00 +0000 TRANSFORMASI KEBIJAKAN HUKUM DALAM ERA DIGITAL https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1134 <p>Perkembangan teknologi digital membawa perubahan signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam bidang hukum. Perubahan tersebut mendorong lahirnya berbagai bentuk aktivitas baru di ruang digital yang memerlukan pengaturan hukum secara lebih adaptif dan responsif. Transformasi kebijakan hukum di era digital merupakan kebutuhan mendasar untuk menjamin kepastian hukum, perlindungan hak masyarakat, serta efektivitas penegakan hukum di tengah perkembangan teknologi informasi yang berlangsung sangat cepat. Artikel ini bertujuan mengkaji transformasi kebijakan hukum dalam menghadapi perkembangan era digital, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan data pribadi, transaksi elektronik, kejahatan siber, dan penegakan hukum berbasis teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka dengan menelaah berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, dan regulasi yang relevan dengan hukum digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa transformasi kebijakan hukum tidak hanya berkaitan dengan pembentukan regulasi baru, tetapi juga mencakup pembaruan sistem pelayanan hukum, peningkatan kapasitas aparat penegak hukum, serta penguatan literasi digital masyarakat. Selain itu, kebijakan hukum di era digital harus mampu menjaga keseimbangan antara perlindungan hak masyarakat dan dukungan terhadap perkembangan inovasi teknologi. Transformasi kebijakan hukum merupakan bagian penting dalam mewujudkan sistem hukum yang modern, adil, dan sesuai dengan dinamika perkembangan masyarakat digital.</p> Asy'ari Asy'ari Copyright (c) 2026 Jurnal Literasiologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1134 Thu, 04 Jun 2026 00:00:00 +0000 Implementasi Kurikulum Humanistik dan Rekonstruksi Sosial dalam Membangun Kompetensi Abad 21 Peserta Didik di SMAN 3 rejang Lebong https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1132 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kurikulum humanistik dan rekonstruksi sosial dalam membangun kompetensi abad 21 peserta didik di SMAN 3 Rejang Lebong. Penelitian dilatarbelakangi oleh tuntutan pendidikan abad 21 yang menekankan pengembangan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas peserta didik, sementara proses pembelajaran di sekolah masih cenderung berpusat pada guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru, dan peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum humanistik dilakukan melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, sedangkan pendekatan rekonstruksi sosial diterapkan melalui diskusi, kerja kelompok, dan pembelajaran kontekstual berbasis masalah sosial. Implementasi kedua pendekatan tersebut memberikan dampak positif terhadap pengembangan kompetensi abad 21 peserta didik, terutama dalam kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan fasilitas, kesiapan guru, dan rendahnya kemandirian belajar sebagian peserta didik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum humanistik dan rekonstruksi sosial dapat menjadi pendekatan yang relevan dalam mendukung pengembangan kompetensi abad 21 di sekolah menengah.</p> Sasi Hanila, M. Azimmullah Ilyas, Epa Kristina, Muhammad Idris, Deri Wanto Copyright (c) 2026 Jurnal Literasiologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1132 Thu, 04 Jun 2026 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI DEEP LEARNING DALAM PERENCANAAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SMPN 5 REJANG LEBONG https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1130 <p>Pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan, seperti dominasi metode konvensional, rendahnya keterlibatan peserta didik, dan pembelajaran yang cenderung berorientasi pada hafalan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang lebih bermakna, reflektif, dan berpusat pada peserta didik melalui penerapan deep learning. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi deep learning dalam perencanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMPN 5 Rejang Lebong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas guru PAI, kepala sekolah, dan peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi deep learning telah mengarah pada pembelajaran yang lebih reflektif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik melalui strategi diskusi, studi kasus, dan refleksi pembelajaran. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan pemahaman guru, keterbatasan waktu pembelajaran, dan keberagaman kemampuan peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi pedagogik guru agar implementasi deep learning dalam pembelajaran PAI dapat berjalan lebih optimal.</p> Revan Marhamah, Sasi Hanilah, Azimmulah Ilyas, Karliana Indrawari, Kusen Kusen Copyright (c) 2026 Jurnal Literasiologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1130 Thu, 04 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hukum Perkawinan Islam di Indonesia: Kajian Normatif terhadap Konsep, Rukun, Syarat, dan Akibat Hukum Perkawinan https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1128 <p>Hukum perkawinan Islam di Indonesia dengan menitikberatkan pada konsep dasar perkawinan, rukun dan syarat sahnya akad, pencatatan perkawinan, hak dan kewajiban suami istri, serta akibat hukum yang lahir dari hubungan perkawinan. Dalam perspektif hukum Islam, perkawinan tidak dapat dipahami semata-mata sebagai hubungan keperdataan antara laki-laki dan perempuan, melainkan sebagai akad yang memiliki dimensi ibadah, moral, sosial, dan hukum. Perkawinan diarahkan untuk membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah, sehingga keabsahan perkawinan tidak hanya berkaitan dengan terpenuhinya unsur formal akad, tetapi juga dengan terlaksananya tujuan-tujuan substantif hukum Islam dalam kehidupan keluarga. Dalam konteks Indonesia, hukum perkawinan Islam mengalami proses positivisasi melalui Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Hal ini menunjukkan bahwa hukum perkawinan Islam tidak berdiri hanya sebagai doktrin fikih, tetapi juga menjadi bagian dari sistem hukum nasional yang menuntut kepastian, ketertiban, dan perlindungan hukum. Kajian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan menelaah norma hukum Islam, fikih munakahat, Kompilasi Hukum Islam, serta peraturan perundang-undangan yang mengatur perkawinan umat Islam di Indonesia. Penelitian ini berargumen bahwa hukum perkawinan Islam di Indonesia memperlihatkan hubungan dinamis antara norma keagamaan dan hukum negara. Rukun dan syarat perkawinan menentukan sahnya akad menurut hukum Islam, sedangkan pencatatan perkawinan berfungsi memperkuat kepastian hukum dan perlindungan terhadap hak-hak suami, istri, dan anak. Dengan demikian, hukum perkawinan Islam di Indonesia perlu dipahami bukan hanya sebagai aturan mengenai sah atau tidaknya perkawinan, tetapi juga sebagai instrumen hukum yang mengatur tanggung jawab keluarga, perlindungan hak, dan ketertiban sosial. Kata kunci: hukum perkawinan Islam, fikih munakahat, Kompilasi Hukum Islam, pencatatan perkawinan, hukum keluarga Islam.</p> M Apriansyah Topan, Lendrawati Lendrawati, R.A Mariska Dewi, Yuliansyah Yuliansyah, Effendi Sulistiyo Copyright (c) 2026 Jurnal Literasiologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1128 Thu, 04 Jun 2026 00:00:00 +0000 Internalisasi Nilai-Nilai Tarbawi dalam Kerangka Teoritis Pendidikan Islam: Identifikasi Nilai Dasar Tarbiyah, Analisis Ayat dan Hadis dengan Pendekatan Tafsir Maudhu’i, serta Konseptualisasi sebagai Landasan Filosofis Pendidikan Agama Islam https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1148 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji internalisasi nilai-nilai tarbawi dalam kerangka teoritis pendidikan Islam dengan fokus pada identifikasi nilai dasar tarbiyah yang meliputi tauhid, adab, akhlak, keadilan, tanggung jawab, dan kepemimpinan. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis ayat-ayat Al-Qur’an dan hadis pendidikan menggunakan pendekatan tafsir maudhu’i dan analisis tematik, serta merumuskan konseptualisasi nilai tarbawi sebagai landasan filosofis pendidikan agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis library research, di mana data dikumpulkan melalui studi literatur terhadap sumber-sumber primer dan sekunder yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan content analysis dengan langkah reduksi, kategorisasi, dan penarikan kesimpulan secara sistematis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai tarbawi membentuk suatu sistem yang terintegrasi dengan tauhid sebagai nilai sentral yang melandasi dimensi etis dan sosial. Pendekatan tafsir tematik mengungkap bahwa Al-Qur’an dan hadis mengandung konstruksi nilai pendidikan yang bersifat holistik, mencakup aspek spiritual, moral, dan sosial secara seimbang. Penelitian ini juga merumuskan tiga dimensi utama nilai tarbawi, yaitu teologis, etis, dan sosial, yang dapat dijadikan sebagai landasan filosofis pendidikan Islam.Kesimpulannya, penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat fondasi teoritis pendidikan Islam berbasis nilai, serta menawarkan kerangka konseptual yang integratif bagi pengembangan pendidikan agama Islam.</p> Sasi Hanila, Feni Karya Utami, Jerri Sundari, Abdul Rahman, Nelson Nelson Copyright (c) 2026 Jurnal Literasiologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1148 Sun, 07 Jun 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN DAN EVALUASI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH DASAR https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1140 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDIT Rabbi Radhiyya Rejang Lebong. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam di SDIT Rabbi Radhiyya Rejang Lebong dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan peserta didik dan perkembangan zaman. Pengembangan kurikulum dilaksanakan melalui pembelajaran aktif, penggunaan metode dan media pembelajaran yang variatif, serta pembiasaan kegiatan Islami seperti salat duha, membaca Al-Qur’an, dan hafalan surah pendek. Selain itu, guru juga berperan dalam membentuk karakter Islami peserta didik melalui kegiatan pembelajaran dan pembiasaan sehari-hari di sekolah. Dengan demikian, pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam di SDIT Rabbi Radhiyya Rejang Lebong telah berjalan secara baik dan mendukung pembentukan karakter peserta didik.</p> Revan Marhamah, Jerri Sundari, FeniKarya Utami, Deri Wanto Deri Wanto, Muahammad Idris Copyright (c) 2026 Jurnal Literasiologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1140 Thu, 04 Jun 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS UNDANG-UNDANG N0.33 TAHUN 2014 TENTANG SERTIFIKASI HALAL DALAM MENJAMIN KEPERCAYAAN KONSUMEN MUSLIM https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1138 <p>Pertumbuhan industri halal di Indonesia menunjukkan akselerasi signifikan, didorong oleh meningkatnya kesadaran konsumen Muslim dan regulasi pemerintah, khususnya Undang- Undang No. 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal (JPH). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas regulasi sertifikasi halal dalam meningkatkan kepercayaan konsumen Muslim serta mengidentifikasi hambatan implementasi dan strategi peningkatannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif berbasis studi literatur dari sumber- sumber relevan seperti jurnal ilmiah, regulasi, dan laporan riset. Hasil kajian menunjukkan bahwa meskipun sertifikasi halal memberikan jaminan syariah, keamanan, dan nilai tambah produk, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan seperti birokrasi yang panjang, tingginya biaya bagi UMKM, serta keterbatasan auditor halal. Penelitian merekomendasikan penyederhanaan proses, bantuan pembiayaan untuk pelaku usaha kecil, peningkatan literasi halal, dan kolaborasi antar lembaga. Regulasi halal perlu dilihat tidak hanya sebagai kewajiban hukum, tetapi juga sebagai strategi perlindungan konsumen dan penguatan daya saing industri halal nasional.</p> Hikmah Ardila Copyright (c) 2026 Jurnal Literasiologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1138 Thu, 04 Jun 2026 00:00:00 +0000 Aliran Filsafat Pendidikan Islam Religious Pragmatis Dan Relevansinya Terhadap Pendidikan Islam Modern https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1136 <p>Perkembangan pendidikan Islam di era modern menghadirkan berbagai tantangan yang menuntut adanya pembaruan paradigma pendidikan yang lebih adaptif, kontekstual, dan integratif. Salah satu pendekatan yang relevan dalam menjawab tantangan tersebut adalah aliran religious- pragmatis dalam filsafat pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep aliran religious-pragmatis serta implikasinya terhadap pengembangan pendidikan Islam modern. Penelitian ini menggunakan metode library research dengan pendekatan deskriptif kualitatif melalui analisis berbagai sumber literatur berupa jurnal ilmiah, buku, dan artikel akademik yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aliran religious-pragmatis merupakan pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai religius dengan orientasi pragmatis dalam kehidupan. Dalam konteks pendidikan Islam, pendekatan ini menempatkan wahyu sebagai landasan normatif sekaligus mengedepankan kemanfaatan praktis ilmu pengetahuan dalam kehidupan sosial. Implikasi pendekatan ini terlihat pada tujuan pendidikan Islam yang lebih holistik, kurikulum yang integratif, metode pembelajaran berbasis pengalaman, serta pengembangan peserta didik yang kritis, kreatif, dan berakhlak. Dengan demikian, aliran religious-pragmatis memiliki relevansi yang kuat dalam pengembangan pendidikan Islam modern yang responsif terhadap perubahan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman.</p> Jerri Sundari, Feni Karya Utami, Hafidz Hidayatullah, Amrullah Amrullah, Fakhruddin Fakhruddin Copyright (c) 2026 Jurnal Literasiologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1136 Thu, 04 Jun 2026 00:00:00 +0000 Hukum Perkawinan Sipil di Indonesia Antara Keabsahan Agama, Pencatatan Negara, dan Perlindungan Hak Keperdataan https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1133 <p>Penelitian ini membahas integrasi hukum perkawinan Islam, hukum perkawinan sipil, dan hukum adat dalam sistem hukum Indonesia. Perkawinan di Indonesia tidak hanya dipahami sebagai hubungan privat antara laki-laki dan perempuan, tetapi juga sebagai peristiwa hukum yang memiliki dimensi agama, negara, dan sosial-kultural. Dalam konteks tersebut, hukum Islam berperan dalam menentukan syarat dan keabsahan perkawinan bagi umat Islam, hukum sipil negara berfungsi memberikan kepastian hukum melalui pencatatan dan perlindungan hak-hak keperdataan, sedangkan hukum adat tetap hidup dalam praktik masyarakat melalui tata cara, simbol, hubungan kekerabatan, serta nilai-nilai lokal. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang- undangan, konseptual, dan historis. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi ketiga sistem hukum tersebut tidak selalu berjalan harmonis. Ketegangan muncul ketika norma agama, kewajiban pencatatan negara, dan praktik adat tidak sepenuhnya sejalan, misalnya dalam perkawinan tidak tercatat, perkawinan adat yang belum dicatatkan, atau praktik adat yang berpotensi bertentangan dengan perlindungan perempuan dan anak. Oleh karena itu, integrasi hukum perkawinan perlu diarahkan pada model harmonisasi yang menempatkan hukum nasional sebagai kerangka kepastian hukum, hukum Islam sebagai dasar normatif keagamaan bagi umat Islam, dan hukum adat sebagai nilai sosial yang tetap diakui sepanjang tidak bertentangan dengan hukum nasional, ketertiban umum, dan prinsip perlindungan hak. Dengan model tersebut, hukum perkawinan Indonesia dapat tetap menghormati pluralitas hukum masyarakat sekaligus menjamin kepastian, keadilan, dan perlindungan bagi setiap warga negara.</p> Syahrun Mubarak, Muhammad Alfaruq Amin, Fachrurrozi Repado Fachrurrozi Repado, Slamet Riady, Anjas Agung Pratama Copyright (c) 2026 Jurnal Literasiologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1133 Thu, 04 Jun 2026 00:00:00 +0000 EKSPLORASI FILSAFAT RELIGIUS RASIONAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM KONTEMPORER STUDI KUALITATIF TERHADAP INTEGRASI AKAL DAN WAHYU https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1131 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan pemikiran filsafat religius rasional dalam pendidikan Islam kontemporer sebagai upaya mengintegrasikan akal dan wahyu dalam proses pendidikan. Pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada aspek spiritual semata, tetapi juga menuntut kemampuan berpikir kritis, rasional, dan reflektif dalam memahami ajaran Islam di tengah perkembangan zaman. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pendidikan yang mampu menghubungkan nilai-nilai wahyu dengan kemampuan rasional peserta didik secara seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi filsafat religius rasional dalam pendidikan Islam kontemporer melalui studi kualitatif terhadap integrasi akal dan wahyu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian terdiri atas pendidik, peserta didik, serta tokoh pendidikan Islam yang memahami konsep integrasi akal dan wahyu dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filsafat religius rasional dalam pendidikan Islam kontemporer dapat diterapkan melalui pembelajaran yang menekankan keseimbangan antara pemahaman tekstual dan kontekstual, pengembangan kemampuan berpikir kritis, reflektif, serta penguatan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi akal dan wahyu dalam proses pendidikan mampu membentuk peserta didik yang memiliki kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual secara seimbang. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti dominasi metode pembelajaran konvensional, keterbatasan pemahaman pendidik terhadap pendekatan filsafat religius rasional, serta kurangnya inovasi dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kompetensi pendidik serta pengembangan model pembelajaran yang mampu mengintegrasikan akal dan wahyu secara harmonis agar pendidikan Islam kontemporer dapat berjalan lebih efektif dan relevan dengan perkembangan zaman.</p> Sasi Hanila, Revan Marhamah, Amrullah Amrullah, Fakhruddin Fakhruddin Copyright (c) 2026 Jurnal Literasiologi https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/ https://jurnal.literasikitaindonesia.com/index.php/literasiologi/article/view/1131 Thu, 04 Jun 2026 00:00:00 +0000