Pandangan Kyai tentang Multikultural dan Aktualisasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan Pondok Pesantren di Kabupaten Padang Lawas

Main Article Content

Khoirunnisa Harahap
Erawadi Erawadi
Magdalena Magdalena

Abstract

Dalam lingkungan Pondok Pesantren tidak terlepas dari ragam budaya, etnis, suku, bahasa, dan daerah asal yang berbeda-beda tapi kita bisa menemukan sikap saling menghargai, menghormati, dan kerja sama antar masyarakat dalam Pondok Pesantren yang begitu tinggi sehingga jarang terdengar dalam sebuah Pondok Pesantren terjadi konflik, lain halnya di sekolah umum atau organisasi masyarakat yang sering kali terjadi konflik di antara mereka, seperti tawuran pelajar dimana-mana. Dari realita yang ada, hal tersebut menimbulkan pertanyaan-pertanyaan dan rasa penasaran yang begitu dalam terhadap kondisi tersebut karena notabene, di pondok pesantrenlah yang lebih rawan muncul konflik atau gesekan-gesekan antar santri yang disebabkan keragaman etnis, suku, bahasa dan budaya yang berbeda-beda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pendekatan Fenomenologi diperlukan karena adanya kebutuhan untuk mempelajari suatu kelompok atau populasi tertentu dalam hal ini di Pondok Pesantren Kabupaten Padang Lawas, untuk mengidentifikasi kategori yang belum dapat di ukur, atau menemukan fakta-fakta yang tersembunyi yaitu multikultural dalam penyelenggaraan pendidikan di Pondok Pesantren. Penelitian ini memperoleh hasil bahwa 1. Pandangan dari Kyai Pimpinan kedua Pondok Pesantren yang di teliti tentang multikultural adalah mereka memandang baik dan menerima positif multikultural sebagai sunnatullah dengan menerima keberagaman yang Allah swt ciptakan untuk saling mengenal, dan sebagai bentuk perwujudan semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yaitu “Bhinneka Tunggal Ika” yang memiliki arti biarpun berbeda-beda tetapi tetap satu, serta melaksanakan firman Allah swt dalam Q.S Al-Hujurat ayat 13. 2. Aktualisasi multikultural yang terlihat di Pondok Pesantren Babul Hasanah dan Pondok Pesantren Al-Hakimiyah adalah dari aspek kesadaran tentang perbedaan (plurality), kesetaraan (equality), kemanusiaan (humanity), keadilan (justice) dan nilai demokrasi (democracy). Kelima aspek multikultural tersebut teraktualisasikan dalam penyelenggaraan pendidikan Pondok Pesantren dalam penerimaan santri baru, pola pengasuhan di asrama, pendisiplinan santri, penyusunan kurikulum, pelaksanaan pembelajaran, dan rekrutmen tenaga pendidik dan kependidikan.

Article Details

How to Cite
Harahap, K., Erawadi, E., & Magdalena, M. (2024). Pandangan Kyai tentang Multikultural dan Aktualisasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan Pondok Pesantren di Kabupaten Padang Lawas. Jurnal Literasiologi, 11(1). https://doi.org/10.47783/literasiologi.v11i1.661
Section
Journal