MENGAJAR DAN GURU DALAM PERSPEKTIF AL-QURAN
Isi Artikel Utama
Abstrak
Proses pendidikan mengharapkan manusia dapat menjalankan kewajibannya sebagai khalifah di muka bumi ini dengan baik. Pendidikan yang dimaksud disini adalah kegiatan mengajar. Umat Islam menjadikan al- Qur’an sebagai pedoman hidup. Dalam arti, segala permasalahan yang ia hadapi harus dikembalikan kepada al-Qur’an. Dalam hal ini bukan hanya menjadikan al- Qur’an sebagai bahan bacaan saja, sehingga petunjuk-petunjuk yang terkandung dalam al-Qur’an tidak akan diketahui, begitupun petunjuk al-Qur’an terhadap. masalah pendidikan. Konsep mengajar dalam perspektif Al-Qur’an ada empat yaitu ‘allama, rabba, darrasa, dan ‘addaba. Prinsip mengajar dalam perspektif Al-Qur’an juga tidak terlepas dari prinsip tauhid dan Ilahiyah, selain itu ada Prinsip kasih sayang yang melahirkan prinsip-prinsip mengajar lainnya, yaitu ikhlas, demokrasi, kelembutan, dan tenggang rasa terhadap anak didik. Dalam konteks pendidikan Islam, guru adalah semua pihak yang berusaha memperbaiki orang lain secara Islami. Tugas dan Tanggung Jawab Guru dalam Perspektif Al-Qur’an yaitu Guru adalah orang yang bertugas melanjutkan tugas-tugas para Nabi dan Rasul, Guru bertugas mengantarkan murid untuk mencapai tujuan hidupnya, Guru bertugas untuk meneruskan tugas para ulama sebagai penyampai pesan-pesan agama kepada muridnya, pemutus masalah muridnya secara bijaksana, menyuruh kepada kebaikan, mencegah dari keburukan. Tanggung jawab seorang guru dalam Perspektif Al-Qur’an yaitu sebagai murabb?, Mu’allim, Mu’addib, Mudarris, dan Mursyid. Hasil dari penulisan ini, penulis menyarankan kepada pembaca untuk dapat lebih memperbanyak referensi dan tidak terfokus hanya pada materi yang telah disusun ini saja, agar kiranya ilmu yang kita miliki lebih luas lagi.
Rincian Artikel

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.